Stand Indonesia Dipadati Pengunjung Pada Pameran Internasional Kerajinan Tradisional Dan Seni Aljazair Ke-16 (No. 08/PR/ALGER/XI/2011)

11/30/2011

Indonesia kembali berpartisipasi pada Pameran Internasional Kerajinan Tradisional dan Seni Aljazair ke-16 (16ème Salon International de l’Artisanat Traditionel et d’Art) yang berlangsung di Palais d’Exposition, Pins Maritimes, Alger, tanggal 23 – 28 Nopember 2011, dengan menampilkan produk-produk unggulan UKM Indonesia seperti  perhiasan emas, perak, mutiara, busana muslim, tas batik, taplak meja batik dan aneka ragam asesoris.

Penyelenggaraan pameran dengan tema “Promouvoir Nos Traditions”                         (Mempromosikan Tradisi Kami) yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Kerajinan Tradisional Nasional Aljazair, Dr. Smail Memoune tersebut dimaksudkan mengembangkan sektor industri kerajinan tradisional dan seni  serta untuk menampilkan kreasi 48 wilayah di Aljazair yang datang dengan kerajinan-kerajinan unggulan mereka. Pemerintah Aljazair juga mengundang negara-negara sahabat untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain dari Vietnam, Pakistan dan Indonesia.

KBRI Alger memfasilitasi partisipasi 8 perusahaan Indonesia, dikoordinir oleh Kementerian Koperasi & UKM yang menempati lahan seluas 27 m2. Peserta pameran tersebut antara lain:

-    Ibu Sri Adnyani dari ”Adnyani Collection”, Jakarta

-    Ibu Asmiar Roosmaniar dari  ”Miar Collection”, Sumatera Barat

-   Ibu Devi Andriani dari ”Devi Collection”, Jakarta

-   Ibu Deliana Sukiswani dari  ”Deliana Collection”, Semarang

-   Ibu Idawati dari  ”Sykestex Garment”, Pekalongan, Jawa Tengah

Ibu Olinda Djaya Kusuma dari ”Olinda Collection”, Jakarta

-  Ibu Rina Rianti Huzaemah dari ”Reny Feby Jewellry”, Bandung

-  Ibu Sri Pertiwi dari ”Pertiwi Collection”, Jakarta

-  Bapak Yaya Sukirman dari ”PT. Angkasa Pura II”, Jakarta

 

Keikutsertaan utusan dari PT. Angkasa Pura II  dalam pameran kali ini antara lain dalam rangka mencari peluang pasar bagi produk-produk unggulan dari perusahaan UKM binaannya yang kali ini membawa salah satu perusahaan binaannya yaitu Deliana Sukiswani dari Deliana Collection dengan produk tas, taplak meja, dan bed cover dari batik. Diharapkan ke depan agar instansi terkait dan BUMN dapat ikut berpartisipasi mempromosikan produk unggulan UKM Indonesia melalui keikutsertaan dalam pameran-pameran supaya produk UKM Indonesia lebih banyak masuk dan dikenal di wilayah Aljazair.

Menteri Pariwisata dan Kerajinan Tradisional  Aljazair menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada KBRI Alger yang aktif mendorong partisipasi pengusaha Indonesia dalam pameran tersebut dan tampil dengan stand yang menarik perhatian pengunjung karena stand yang dikemas cantik dengan nuansa Bali dan dekorasi  batik.

KBRI Alger mengharapkan melalui partisipasi dalam Pameran tersebut potensi produk kerajinan Indonesia lebih dikenal di Aljazair dan dapat masuk ke pasar Aljazair. Ekspor Indonesia ke Aljazair pada tahun 2010 tercatat USD 209,25 juta yang masih didominasi oleh produk agribisnis seperti CPO (2010:  yang menguasai 89% pangsa pasar dengan nilai USD 35 juta) dan kopi (2010: 20,17% pangsa pasar: USD 52 juta), karet (2010: 2.% pangsa pasar: USD 5.24 juta), kayu & produk kayu (2010: 8% pangsa pasar: USD 23.8 juta). Sementara itu pasar Aljazair cukup potensial, jika dilihat pada penyerapannya tahun 2010 yang membelanjakan USD 42.56 juta untuk membeli produk perhiasan & aksesoris dimana Indonesia belum tercatat sebagai salah satu sumber impornya. Sementara itu untuk produk tekstil & garment membelanjakan USD  126.10 juta dimana Indonesia baru menguasai 0,78% pasar Aljazair dengan nilai ekspor USD 442.000,00. (2010). 

 

Alger, 30 Nopember 2011