Penampilan Saung Angklung Udjo Dan Tarian Tradisional Indonesia Meriahkan Acara Resepsi Diplomatik Kbri Alger (No. 05/PR/ALGER/X/2011)

10/19/2011

Setelah sebelumnya disibukkan dengan sejumlah kegiatan kebudayaan dalam rangka partisipasi Indonesia di Festival Budaya “Tlemcen : Ibukota Kebudayaan Islam 2011”, akhirnya pada tanggal            18 Oktober 2011 bertempat di Aula Tassili, Hotel Hilton, Alger, KBRI Alger menggelar acara resepsi diplomatik. Acara yang diadakan sebagai puncak rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 di Alger tersebut dihadiri oleh H.E.M Bouabdallah Ghlamallah, Menteri Urusan Agama dan Wakaf Aljazair yang mewakili Pemerintah Aljazair, para Duta Besar negara sahabat, komunitas diplomatik dan organisasi internasional, para wartawan dan pengusaha serta warga Indonesia di Aljazair.

Acara resepsi diplomatik KBRI Alger tahun ini, terhitung spesial jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut karena disamping menampilkan sejumlah tari-tarian tradisional Indonesia, Grup Musik Saung Angklung Udjo yang datang ke Aljazair dalam rangka mengikuti Festival Warisan Budaya Takbenda Dunia di Tlemcen, turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Sebelum acara seremonial resepsi diplomatik dimulai, undangan yang telah banyak hadir sejak 30 menit dari waktu yang dijadwalkan terlihat terheran-heran menyaksikan perangkat musik angklung yang tersusun dengan rapi diatas panggung acara. Ada yang setengah tidak percaya jika alat musik yang terbuat dari bambu tersebut mampu mengeluarkan irama musik yang enak di dengar di telinga. Disisi lain, penampilan slide pariwisata Indonesia yang memperlihatkan keindahan alam Lombok dan keeksotisan pantai-pantai di Bali telah membuat undangan yang hadir saling berkomentar dan berdecak kagum melihat keindahan alam Indonesia.

KUAI KBRI Alger, Ibu Ida Susanty Munir dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih pemerintah Indonesia kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mempererat jalinan persahabatan dan kerjasama antara Aljazair dan Indonesia serta menyampaikan harapan agar hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua negara dapat semakin ditingkatkan di masa mendatang di segala bidang. Hal tersebut mengingat karena kedua negara adalah sahabat lama dan Indonesia adalah salah satu negara yang pertama mengakui kemerdekaan bangsa Aljazair dan membuka perwakilannya di Alger setahun setelah proklamasi kemerdekaan Aljazair.

Kedua negara saat ini sepakat untuk memfokuskan kerjasama bilateral di bidang ekonomi dan investasi dimana Indonesia telah memulainya melalui keterlibatan sebuah perusahaankonstruksi Indonesia, PT. Wijaya Karya, Tbk pada sejumlah proyek konstruksi di Aljazair.

Sementara itu, Menteri Urusan Agama dan Wakaf Aljazair, H.E.M Bouabdallah Ghlamallah disaat mendampingi KUAI KBRI dalam sesi pemotongan kue tar HUT RI ke-66 mengucapkan selamat atas nama Pemerintah Aljazair atas peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-66 dan menyampaikan harapannya agar hubungan kerjasama dan persahabatan kedua negara dapat semakin ditingkatkan.

 

 

 

Pada saat acara kesenian, undangan yang telah dipersilahkan menikmati hidangan yang disuguhkan terlihat menahan keinginannya menikmati berbagai hidangan tersebut. Mereka terkesima dan berdecak kagum saat melihat kelincahan putri-putri dan istri staf KBRI Alger yang dengan dengan gemulainya membawakan Tari Blantek, Tari Zapin Melayu, Tari Merak dan Tari Jaipongan Aduh Manis. Ketika tiba giliran grup saung angklung Udjo memainkan musik, tepuk riuh hadirin yang hadir pun bergema memberikan applause terhadap keindahan suara musik tradisional khas Jawa Barat tersebut serta keahlian para pemainnya. Terlebih lagu pertama yag dimainkan adalah lagu kebangsaan Aljazair “Qasaman” yang mengundang simpatik tamu yang hadir terutama orang-orang Aljazair. Puncak kejutan yang dipersembahkan personil saung angklung Udjo pada malam tersebut adalah ketika mereka memainkan lagu “Ya Rayeh”, sebuah lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Aljazair. Melihat para undangan yang sangat antusias menyaksikan pertunjukannya, pihak Saung Udjo akhirnya tidak dapat menahan diri untuk membagi-bagikan sekitar 50 buah angklung kepada para hadirin yang hadir untuk mengajak mereka bermain angklung secara “interaktif”. Undangan yang hadir semakin terlena dalam memainkan angklung di tangan mereka masing-masing yang bagi mereka betul-betul merupakan sebuah permainan musik yang menarik dan baru pertama kali dicoba.

“Acara resepsi diplomatik KBRI Alger yang saya hadiri malam ini, telah memberikan insipirasi baru buat saya untuk penyelenggaraan resepsi diplomatik negara saya tahun depan” demikian komentar seorang diplomat Ukraina yang membawahi bagian penerangan dan kebudayaan di Kedubes Ukraina, Alger, selesai menyaksikan rangkaian kegiatan kesenian pada acara resepsi diplomatik KBRI Alger tersebut.

 

                     Alger, 19 Oktober 2011