Kunjungan Ketua Parlemen Aljazair ke Indonesia (No. 09/PR/ALGER/XII/2010)

12/6/2010

 

Ketua Parlemen Aljazair (Assemblée Populaire Nationale/APN) Mr. Abdelaziz Ziari dengan didampingi oleh dua orang Wakil Ketua APN, yakni Mr. Chiheb Seddik dan Mr. Aithamouda Amrane serta dua orang anggota APN, Mr. Touahria Brahim dan Mr. Badraoui Malika mengadakan kunjungan kerja ke Indonesia dari tgl 7 – 11 Desember 2010. Berpartisipasi pula dalam kunjungan tsb Wakil Direktur Informasi Kantor Berita Aljazair (Algérie Press Service /APS) Mr. Bounnah Liazid. 

Program kunjungan selama di Indonesia, selain bertemu dengan Ketua DPR RI Marzuki Alie, yang dalam kesempatan tsb akan didampingi oleh Ketua BKS AP Dr. Hidayat Nur Wahid dan Ketua Komisi I Drs. Mahfudz Siddiq, Msi, juga akan mengadakan pertemuan dengan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, dan Ketua DPD, Irman Gusman, SE, MBA. Ketua APN juga akan menemui mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri yang telah dikenalnya dalam pertemuan di Alger, masing-masing tahun 2001 ketika Presiden Megawati Soekarnoputri mengadakan kunjungan kenegaraan, dan tahun 2007 (kunjungan pribadi mantan Presiden RI). Pada tgl 9-11 Desember 2010 Delegasi akan ke Bali menjadi tamu Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dan diacarakan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, dan pertemuan dengan Menlu RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa yang pada saat itu juga berada di Bali dalam rangka memimpin Forum Demokrasi Bali (tgl 9-10 Desember 2010).

KBRI Alger menilai penting kunjungan tsb yang akan memperkokoh hubungan persaudaraan kedua bangsa yang telah terjalin erat sejak sebelum kemerdekaan Aljazair. Parlemen dan Pemerintah RI mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair yang a.l. diwujudkan dengan undangan kepada Front Pembebasan Nasional (FLN) Aljazair  untuk menghadiri KAA Bandung 18 April 1955 dimana dalam Konperensi tsb untuk pertama kalinya wakil FLN mengangkat isyu kemerdekaan bangsa Aljazair, dan RI merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Aljazair tgl 5 Juli 1962.

KBRI Alger juga menilai kunjungan Ketua APN ke Indonesia ini mempunyai nilai strategis, pertama karena kerjasama antar Parlemen kedua negara dewasa ini terus meningkat sejalan dengan peningkatan peran Parlemen dalam pembahasan berbagai isyu regional dan internasional di berbagai fora seperti isyu Palestina di Inter Parliamentary Union (IPU) dan Parliamentary Union of the Organization of the Islamic Conference (OIC), dimana Parlemen kedua negara selalu menyuarakan aspirasi yang sama.

Kedua, karena perkembangan perekonomian di Aljazair dan Indonesia yang pesat telah membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi kedua negara. Agar kalangan pelaku ekonomi di Aljazair dan Indonesia mampu meraih peluang yang tersedia maka diperlukan peran Parlemen untuk memfasilitasinya a.l. dengan mengeluarkan perundang-undangan yang mendorong terjadinya peningkatan kerjasama ekonomi RI – Aljazair. Sebagai negara dengan tingkat teknologi industri yang lebih berkembang dan merata di beragam produk, Indonesia dan para pengusahanya dapat mengembangkan bisnis ke Aljazair yang produknya tidak hanya dipasarkan di Aljazair tetapi juga di Afrika Utara dan Mediterania.
 
Alger, 6 Desember 2010