5 Orang Tkw Eks-Libya Dipulangkan Ke Tanah Air Oleh Kbri Alger (No. 04/PR/ALGER/X/2011)

10/4/2011

Setelah lebih dari sebulan sejak memulai perjalanan panjang yang sangat berat dan melelahkan dari Tripoli, Libya hingga akhirnya tiba di Aljazair, 5 (lima) orang TKW eks-Libya yang berhasil menyelamatkan diri dari kekacauan situasi akibat perang di Libya yaitu Endang Dewani bt Danto Tasma, Nursilaelah bt Tarsupi Madsale, Sukidah Sudiwiyono,Teni Nurdin dan Sri Kusrini bt Sriyono Slamet pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2011 dengan menumpang pesawat milik maskapai Qatar Airways kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan dijadwalkan akan tiba di Jakarta pada hari Selasa, tanggal 4 Oktober 2011.

 

            Lima orang TKW tersebut masuk melalui salah satu pintu perbatasan Aljazair-Libya yang terletak di Tinalkoum, provinsi Illizi, Aljazair dan ditampung selama lebih kurang tiga minggu di Wisma Duta KBRI Alger. Dua orang TKW yaitu Endang Dewani Bt. Danto Tasma dan Nursilaelah Bt. Tarsupi Madsale telah berada dalam penampungan KBRI Alger sejak tanggal 13 September 2011, sedangkan dua orang lainnya yaitu Sukidah Sudiwiyono dan Teni Nurdin bin Kasrim tiba di Alger pada tanggal  22 September 2011. Adapun WNI kelima atas nama Sri Kusrini bt Srioyono Slamet baru tiba di Alger pada tanggal 02  Oktober 2011. Beruntung dirinya masih berjumpa dengan keempat TKW lainnya yang merupakan teman-temannya saat bekerja di Libya sehingga dapat bersama-sama pulang ke Indonesia.

 

            Dalam acara pelepasan oleh Kuasa Usaha ad.interim KBRI Alger, Ibu Ida Susanty Munir yang disaksikan oleh seluruh staf kedutaan, kelimanya dengan penuh rasa haru tak henti mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah melindungi mereka selama masa pelarian dari Libya. Dengan berlinang air mata, para TKW menyatakan bahwa mereka tidak lagi berkeinginan untuk bekerja di luar negeri, salah satunya Sukidah Sudiwiyono yang sangat beryukur dapat keluar dengan selamat dari kecamuk  perang di Libya, mengingat dirinya memiliki anak yang usianya masih sangat kecil saat ditinggalkannya bekerja di Libya.

 

            Para TKW berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, utamanya Kementerian Luar Negeri  RI dan KBRI Alger yang telah menampung mereka di paviliun tamu Wisma Duta selama berada di Alger  serta membantu kepulangan mereka ke Indonesia. Kelima orang TKW menyebutkan pula bagaimana mereka merasa seperti berada di tengah-tengah keluarganya sendiri selama berada di Alger karena baik staf maupun keluarga besar KBRI Alger lainnya telah memberikan perhatian hangat kepada mereka.

 

           

 

Sementara itu, dalam sambutannya, KUAI RI Alger mengharapkan agar pengalaman yang dimiliki oleh para TKW selama bekerja di Libya maupun saat menyelamatkan diri ke Aljazair dapat dibagi kepada kepada rekan-rekannya sesama calon TKI agar dapat dijadikan sebuah pelajaran agar lebih berhati-hati sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. KUAI RI Alger juga mengingatkan pentingnya para TKW memiliki kemampuan untuk memegang sendiri dokumen perjalanan atau identitas diri baik asli ataupun fotokopinya sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, para TKW dapat segera mengambil keputusan untuk menyelamatkan diri tanpa harus tergantung kepada majikannya. KUAI RI Alger menyampaikan harapannya agar para TKW setibanya di tanah air dapat menjalani hidup yang lebih baik dengan keluarganya masing-masing.

 

            KBRI Alger dalam upaya melaksanakan tugas pelayanan dan perlindungan WNI di Aljazair, akan selalu memantau dan mencermati perkembangan yang berlangsung di Libya, disamping terus menjalin komunikasi dan kerjasama dengan aparat terkait di daerah perbatasan Aljazair – Libya guna mengantisipasi bila di kemudian hari masih ada WNI eks-Libya yang masuk ke wilayah Aljazair.

 

 

Alger, 3 Oktober 2011