Sidang The Sixth Ordinary Session of the PAN-African

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 16 Januari 2012, Delegasi Republik Indonesia (Delri) yang dipimpin oleh Dr. Marzuki Alie dalam kapasitasnya sebagai Presiden ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) telah memenuhi undangan menghadiri the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament (PAP). Delegasi RI terdiri dari Dr. Marzuki Alie (Ketua Delegasi RI), Dr. M. Hidayat Nur Wahid (Ketua BKSAP DPR-RI), Ramli Saud (Duta Besar RI di Addis Ababa, Ethiopia), Bambang Hartoyo (Minister Counsellor KBRI Addis Ababa), Masad Masrur (Tenaga Ahli Ketua DPR-RI), dan Edison Eman Tjarya (ADC Ketua DPR-RI).

Sidang the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament yang dihadiri oleh delegasi-delegasi dari negara anggota di Afrika dengan tamu kehormatan, Perdana Menteri Ethiopia, H. E. Mr. Meles Zenawi, juga dihadiri seluruh undangan termasuk Delegasi RI. Pembukaan sidang yang diselenggarakan di Addis Ababa dengan mengambil tempat di ruang Konferensi UN-ECA (United Nations Economic Commission for Africa) dilakukan oleh Presiden PAP, Hon. Dr. Moussa Idriss Ndele.

Dalam sambutannya, Presiden PAP selain menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh delegasi pada sidang tersebut termasuk delegasi Indonesia, juga mengatakan bahwa agenda utama penyelenggaraan the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament kali ini adalah dalam rangka memperoleh kesepakatan seluruh negara anggota untuk mentransformasikan PAP yang semula sebagai Consultative Body menjadi Legislative Organ dari African Union (AU).

Sementara itu, dalam pidatonya sebagai Presiden AIPA sekaligus sebagai Ketua DPR-RI, Dr. Marzuki Alie menyampaikan terima kasih dan sambutan baiknya atas undangan Presiden PAP untuk menghadiri the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament di Addis Ababa. Dikatakannya bahwa the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament ini juga merupakan kelanjutan dari harmoni hubungan antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang telah terwujud sejak Konfrensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia, yang peringatan 50 tahunnya diselenggarakan bersama-sama para pemimpin Asia dan Afrika pada tahun 2005 di kota yang sama.

Lebih lanjut, Presiden AIPA Dr. Marzuki Alie menyampaikan tentang dinamika dan pengalaman AIPA, antara lain, menghadirkan penguatan posisi parlemen ASEAN, sehingga dapat diwujudkan pertemuan formal antara pimpinan Parlemen ASEAN dan Kepala-Kepala Negara ASEAN pada penyelenggaraan ASEAN Summit. Ketua DPR RI juga menambahkan tentang peran parlemen ASEAN (AIPA) dalam mendukung perwujudan ASEAN Community 2015.

Terkait dengan perkembangan situasi politik di Afrika Utara dan Timur Tengah (dimulai dari Tunisia, Mesir, dan Libya), Ketua DPR RI mengharapkan agar melalui the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament dapat diambil hikmah dan pelajaran yang berharga dari perkembangan situasi politik yang dikenal pula sebagai “Arab Spring” tersebut.

Di sisi lain, disampaikannya bahwa transformasi PAP dari Consultative Body menjadi Legislative Organ African Union diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh negara anggota PAP. Presiden AIPA juga berharap bahwa kehadirannya di the Sixth Ordinary Session of the Pan African Parliament ini juga akan dapat mempererat kerjasama yang lebih baik antar parlemen regional PAP dan AIPA di waktu-waktu mendatang.