Dukung Peningkatan Ketahanan Pangan di Afrika: Pemri Selenggarakan Pelatihan bagi 9 (Sembilan) Negara Anggota Uni Afrika di Ethiopia

5/15/2013

International Training Workshop on Water Management in Agriculture for African Union Member Countries merupakan salah satu langkah nyata yang dilakukan Indonesia untuk membantu pengembangan kapasitas bagi pembangunan di Afrika, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan,” demikian disampaikan oleh Henri Samosir, Kasubdit KST Wilayah Afrika Timur Tengah dalam sambutannya membuka pelatihan di Aula Serba Guna, KBRI Addis Ababa, 15/04/2013.

 

Kegiatan pelatihan dan workshop di bidang tata kelola air pertanian untuk negara anggota Uni Afrika ini diinisiasi oleh Direktorat Kerja Sama Teknik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI, bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI, Kedutaan Besar RI di Addis Ababa dan berkoordinasi penuh dengan Kedutaan Besar RI di wilayah Afrika.

 

Kegiatan pelatihan dan workshop diselenggarakan di Addis Ababa, 15-17 Mei 2013 dan diikuti oleh 16 peserta dari 9 negara yaitu Liberia, Sudan, Kenya, Tunisia, Ethiopia, Mozambik, Tanzania, Uganda dan Aljazair.

 

Dipilihnya Addis Ababa sebagai tempat penyelenggaraan adalah dengan pertimbangan Addis Ababa merupakan headquarter Uni Afrika. Indonesia berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih intens dengan Uni Afrika melalui kerja sama teknis, seperti penyelenggaraan pelatihan, workshop dan program peningkatan kapasitas lainnya. Selama ini, Indonesia dalam pertemuan PBB, juga telah secara aktif memberikan dukungannya terhadap proses pembangunan di Afrika seperti dukungan Indonesia terhadap proyek-proyek pembanguan yang dilaksanakan dalam kerangka New Partnership for Africa’s Development (NEPAD) di dalam Uni Afrika.

 

Kegiatan ini merupakan langkah baru dalam proses pemberian bantuan teknik Indonesia melalui program peningkatan kapasitas masyarakat Afrika dalam skema Uni Afrika. Indonesia berharap, semua upaya yang dilakukan Indonesia untuk pembangunan di Afrika mendapat perhatian dan pengakuan dari lembaga internasional di Afrika, utamanya Uni Afrika, menuju perluasan kerja sama bilateral menuju multilateral.

 

“Tentunya hal ini tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, dan diperlukan kerja sama yang berkelanjutan. Untuk itu,  Indonesia terbuka bagi segala bentuk tawaran kerja sama, baik dalam tataran bilateral, multilateral dan triangular untuk mendukung pembangunan di Afrika, khususnya dalam menangani persoalan ketahanan pangan.”

 

Diharapkan dengan penyelengaraan pelatihan serupa ini, progam-program peningkatan kapasitas yang diselenggarakan Indonesia, dapat memberikan  manfaat yang lebih luas di Afrika dan memberikan arti khusus bagi proses pembangunan di Afrika.

 

“Kita berharap, kegiatan International Training Workshop on Water Management in Agriculture for African Union Member Countries” ini menjadi forum berbagi pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Afrika dalam mengelola persoalan tata kelola air pertanian di Afrika. Kami berharap semua pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan dan workshop ini memberikan konstribusi yang signifikan bagi pengembangan pertanian di Afrika, ujar Endang Andini, KUAI KBRI Addis Ababa dalam sambutannya pada acara pembukaan.

 

Usai acara pembukaan, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan workshop yang meliputi paparan dari masing-masing peserta mengenai perkembangan tata kelola air pertanian, dan sesi presentasi dan diskusi seputar sistem tata kelola air pertanian di Indonesia, khususnya di Bali.

 

Guna memperdalam pengetahuan dan pengalaman mengenai tata kelola air pertanian, para peserta selanjutnya akan mengunjungi Bali, untuk mengikuti kegiatan kunjungan lapangan pada tanggal 19-23 Mei 2013. Bali merupakan salah satu tempat di Indonesia yang memiliki objek sistem tata kelola air potensial dan telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

 

Direktorat Kerja Sama Teknik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri akan berupaya mengembangkan bentuk dan jenis bantuan teknis Indonesia lainnya untuk Afrika di masa mendatang, dengan meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral dengan Uni Afrika, khususnya dalam hal pengembangan pertanian dan penanganan krisis pangan di Afrika.