Ethiopia

​ PROFIL NEGARA ETHIOPIA
 
Nama Resmi Negara               :   Republik Demokratik Federal Ethiopia, The Federal Democratic Republic of Ethiopia
Bentuk Negara                        :   Federasi
Ibukota                                    :   Addis Ababa (artinya bunga baru)
Luas Wilayah                           :   1.127.127km2 (Indonesia: 1.990.250 km2)
Jumlah Penduduk                   :   102,374,044 (2015)
Lagu Kebangsaan                   :   Wedefit Gesgeshi, Wid Enat Ityopya / March Forward, Dear Mother Ethiopia
Agama                                     :   Orthodoks Ethiopia (43,5%), Muslim (33,9%), Protestan (18,6), Tradisional (2,6 %), Katolik (0,7 %).
Bahasa                                     :   Amharic dan Inggris digunakan dalam korespondensi, Bahasa daerah; Tigrinya, .                                                   Oromiya  Guaraginya, Somali, dan bahasa lainnya.
Mata Uang                               :   Ethiopian Birr (1 US$ = 22.24 ETB, per 21 Oktober 2016)
Hari Nasional                           :   28 Mei (the Victory of the Ethiopian People over the Dictatorship)
Etnis/Suku                                :   Oromo 40%, Amhara 25%, Tigre 7%, Somali 6%, Sidama 9%, Gurage 2%, Wolaita 4%, Afar 4%.
Sistem Pemerintahan               :   Parlementer, kekuasaan eksekutif tertinggi pada Perdana Menteri. Anggota Kabinet, .                                                    Menteri dipilih PM dan disetujui oleh Parlemen 
Presiden                                   :   Dr. MulatuTeshome
Perdana Menteri                      :   Hailemariam Desalegn
Menteri Luar Negeri                 :  Dr. Workneh Gebeyehu
Duta Besar Ethiopia Untuk RI  :   Arega Hailu Teffera
Duta Besar RI untuk Ethiopia   :   Imam Santoso
GDP                                          :   $67.435 Milyar
GDP per kapita                        :   $739
Komoditas eksport utama        :   Kopi (27%), oilseeds (17%), produk nabati termasuk khat (17%), emas (13%), bunga (7%), .                                                     hewan ternak (7%), produk kulit (3%), produk hewani/ daging (3%)
Komoditas import utama         :   Peralatan mesin dan pesawat terbang (14%), metal and produk metal (14%), .                                                    bahan-bahan elektronik (13%), produk minyak bumi (12%), kendaraan bermotor (10%), .                                                    bahan-bahan kimia dan pupuk (4%)
Keanggotaan di Organisasi
Regional dan Internasional      :   ACP, AFDB, AU, COMESA, EITI (negara kandidat), FAO, G-24, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, .                                                    ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, IGAD, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, .                                                    ITUC, (NGOs), MIGA, NAM, OPCW, PCA, UN, UNAMID, UNCTAD, UNESCO, UNHCR, .                                                    UNIDO,UNISFA, UNMIL, UNOCI, UNWTO, UPU, WCO, WFTU (NGOs), WHO, WIPO, WMO, .                                                    WTO (observer)
 
 BENDERA ETHIOPIA
 
 
 
Tiga warna horizontal yang terdiri dari warna hijau (di atas), kuning (di tengah), dan merah (di bawah) serta lambang bulat berwarna biru muda yang berisi pentagram berwarna kuning merupakan bendera resmi Ethiopia. Warna hijau melambangkan harapan dan tanah yang subur, warna kuning melambangkan keadilan dan harmoni, sedangkan warna merah melambangkan pengorbanan dan kepahlawanan dalam membela tanah air (nasionalisme). Lambang bulat berwarna biru muda melambangkan perdamaian dan pentagram melambangkan kesatuan dan persamaan bangsa dan rakyat Ethiopia.
 

Catatan:

Ethiopia adalah negara merdeka tertua di Afrika, dan tiga warna utama bendera Ethiopia telah banyak diadopsi oleh negara-negara Afrika lainnya dikarenakan Ethiopia merupakan satu-satunya negara di Afrika yang tidak pernah dijajah. Tiga warna tersebut terkenal sebagai warna Pan-Afrika; lambang bulat berwarna biru muda dan pentagram yang berada di tengah bendera, baru ditambahkan pada tahun 1996.

Etimologi Ethiopia

Asal nama Ethiopia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni "Aethiopia" (Αἰθιοπία), yang terdiri dari 2 (dua) suku kata yaitu αἴθω +  ὤψ (aitho "Saya membakar" + ops "wajah"). Aethiopia juga sering di artikan sebagai wilayah yang terletak di sebelah selatan Egypt (bagian atas sungai Nil).

Geografi

A.     Letak geografis

Luas wilayah Ethiopia yakni sebesar 1.127.127 kilometer persegi, Ethiopia adalah negara ke-27 terbesar di dunia. Titik koordinat Ethiopia adalah 8. 00 Utara, 38. 00 Timur. Ethiopia berbatasan langsung dengan Eritrea di sebelah Utara, Djibouti dan Somalia di sebelah Timur, Kenya di sebelah Selatan, dan Sudan & Sudan Selatan di sebelah Barat.

B.     Keadaan/ Rentang Alam

Wilayah Ethiopia pada umumnya terdiri dari dataran luas pegunungan dan dataran tinggi yang dibelah oleh Great Rift Valley yang membujur dari utara ke selatan Ethiopia. Di bagian Barat ke arah Timur Ethiopia pada umumnya merupakan dataran rendah, padang rumput ataupun dataran semi-gurun. Keanekaragaman bentuk wilayah, telah menentukan variasi iklim, jenis tanah, jenis vegetasi alami, dan pola pemukiman masyarakat Ethiopia.

Ethiopia merupakan negara yang tidak memiliki laut (landlocked), di mana seluruh wilayahnya dikelilingi oleh negara lain. Seluruh garis pantai (coastline) yang dipunyai oleh Ethiopia telah menjadi wilayah Eritrea, setelah kemerdekaan Eritrea secara De Jure pada tanggal 24 Mei 1993. Hal tersebut menjadikan Ethiopia sebagai negara landlocked dengan jumlah populasi terbesar di dunia.

C.     Cuaca 

Sebagian besar wilayah Ethiopia berada di ketinggian, yang bervariasi tingkat ketinggiannya. Sebagai contoh, Ibukota Addis Ababa memiliki ketinggian sekitar 2.400 mdpl, Bahir Dar 1.800 mdpl, dll. Secara umum, Ethiopia memiliki dua musim, yakni musim hujan (dari bulan Juni – Oktober) dan musim panas (pada bulan November – Mei). 

D.     Pembagian Wilayah Administratif 

Ethiopia merupakan negara Federasi yang terdiri atas sembilan negara bagian yang dibagi berdasarkan etnis yaitu: Afar; Amhara; Binshangul Gumuz; Gambela Hizboch; Hareri Hizb; Oromia; Somali; Tigray; Southern Nations, Nationalities and People's Region (SNNPR) dan dua wilayah kota administratif yaitu Addis Ababa dan Dire Dawa. 

E.     Demografis

Jumlah penduduk Ethiopia ialah sebesar 102,374,044 jiwa (data tahun 2015). Hal tersebut menjadikan Ethiopia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Afrika. Etnis/ suku bangsa utama terdiri dari: Oromo 40%, Amhara 25%, Tigray 7%, Somali 6%, Sidama 9%, Gurage 2%, Wolayta 4%, Afar 4%, dan lain-lain 3%. Bahasa nasional Ethiopia adalah Amharic, Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar bisnis dan pengantar di pendidikan tinggi. Bahasa daerah lainnya seperti Tigrinya, Oromifa, Guaraginya, dan Somali banyak digunakan di masing-masing negara bagian, sebagai contoh antara lain bahasa Oromifa digunakan di negara bagian Oromo, Somali di gunakan di negara bagian Somali Ethiopia.

Politik 

Bentuk negara Ethiopia adalah Federasi dengan Presiden sebagai Kepala Negara, dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan. Sistem Parlemen Ethiopia mengadopsi sistem Bikameral, yang terdiri dari House of Peoples' Representatives (lower chamber, 547 kursi); dan House of Federation (upper chamber, 108 kursi). Anggota House of People's Representatives dipilih melalui Pemilu. Anggota House of Federation merupakan wakil dari negara bagian di Ethiopia. Sistem Hukum terbagi atas Federal dan Regional Courts, yang dibedakan atas wilayah yurisdiksinya.

Ekonomi

Di bidang ekonomi, Ethiopia secara umum memiliki ketergantungan tinggi atas barang impor. Sebagai negara landlocked, barang impor diperoleh melalui pelabuhan udara, Bole Addis Ababa dan pelabuhan laut di Djibouti, yang kemudian diangkut melalui jalan darat. Akan tetapi sejak bulan Oktober 2016, Pemerintah Ethiopia telah meresmikan jalur kereta listrik dari Djibouti menuju Ethiopia, sehingga diharapkan dalam waktu dekat pengangkutan barang dari pelabuhan Djibouti menuju Ethiopia dialihkan menggunakan transportasi kereta listrik.

Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Ethiopia, yang memberikan kontribusi PDB negara tersebut hampir separuhnya (46,2% untuk tahun 2012) serta menyerap lebih dari 80% tenaga kerja. Sejak diimplementasikannya Growth and Transformation Plan II (GTP II), Pemerintah Ethiopia secara bertahap ingin beralih dari negara agraris menjadi negara industrialiasi.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Ethiopia dalam beberapa tahun belakangan ini mencapai tingkat yang tinggi (8,7% tahun 2012, 9,8% tahun 2013, 10,3% tahun 2014, 8,7% tahun 2015 dan 6,5% tahun 2016; data IMF). Prospek perdagangan di Ethiopia cukup baik, mengingat Ethiopia merupakan negara terluas ke-10 dan jumlah penduduknya terbesar ke-2 di Afrika (setelah Nigeria), serta letak geografisnya di persimpangan jalan antara Afrika, Timur-Tengah, Eropa, dan Asia. Selain itu, Ethiopia termasuk 23 negara anggota COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa) dengan jumlah penduduknya mencapai sekitar 380 juta jiwa. Ethiopia mendapatkan fasilitas bebas bea masuk dan kuota dari negara-negara maju yakni African Growth and Opportunity Act/AGOA (Amerika Serikat), Generalized System of Preferences/GSP (Jepang dan Kanada) dan Everything But Arms/EBA (Uni Eropa).

Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Bidang Politik

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Ethiopia diresmikan pada tahun 1961. Hubungan kedua negara kemudian menjadi semakin dekat yang tercermin dengan partisipasi Ethiopia pada Konperensi Asia - Afrika di Bandung pada tahun 1955 sebagai salah satu dari sedikit negara Afrika yang mengirimkan utusannya. Pada tahun 1964, Indonesia secara resmi membuka Kedutaan Besarnya di Addis Ababa. KBRI di Addis Ababa merangkap pula Djibouti dan Uni Afrika. Sementara itu, Pemerintah Ethiopia menempatkan Resident Ambassador untuk Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 2016, dimana Duta Besar H.E. Mr. Arega Hailu telah menyerahkan surat-surat kepercayaannya kepada Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Mei 2016. Dalam Kunjungannya ke Ethiopia, Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Ethiopia telah menandatangani MOU Forum Konsultasi Bilateral kedua Negara di Addis Ababa pada Januari 2015.

Bidang Ekonomi

Minat para pengusaha Ethiopia untuk memperoleh informasi produk andalan ekspor Indonesia dan keinginan bertemu langsung dengan para pengusaha/ perusahaan Indonesia guna melakukan kontak bisnis semakin meningkat. Tingginya minat para pengusaha Ethiopia tersebut terbukti dengan semakin banyaknya pengusaha Ethiopia yang mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) dari tahun ke tahun dan semakin banyaknya inquiry ke KBRI Addis Ababa mengenai kontak bisnis di Indonesia. Sebagai informasi terakhir, total pengusaha Ethiopia dan Djibouti yang berpartisipasi pada TEI 2016 sebanyak 48 orang. Hal tersebut juga ditandai dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Ethiopian Chamber of Commerce and Sectoral Association (ECCSA) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di sela-sela TEI Oktober 2016. Sebelumnya telah terdapat perjanjian Kerjasama ekonomi dan teknik, kerjasama dibidang pengembangan karet.

Saat ini banyak produk Indonesia yang telah beredar dan dikenal luas di pasaran Ethiopia karena harga dan mutu yang baik (mass cheap production), seperti garment, tekstil, batu baterai, baterai kendaraan, kertas/ produk kertas, bahan kimia, tissue, sabun mandi, sabun cuci, glassware, benang, furniture, enamelware, barang-barang plastik, bahan kimia, farmasi, alat kesehatan, makanan (mie instant). Namun, sebagian dari produk Indonesia tersebut diimpor oleh Ethiopia melalui pihak ketiga, seperti Singapura, Dubai dan Saudi Arabia.

Berdasarkan data International Trade Center, impor Ethiopia dari Indonesia didominasi oleh sabun, minyak sawit dan turunannya, kertas, benang, suku cadang elektronik, margarin, dan furnitur. Adapun produk Indonesia lainnya yang telah beredar dan memiliki peluang masuk di pasaran Ethiopia, antara lain: kabel (acrylic dan yarn), garment, tekstil, batu baterai, bahan kimia, aki/ baterai kendaraan, glassware, enamelware, barang plastik, pakaian bayi/anak-anak, ban mobil/truk, makanan/foodstuff (mie instant, wafer, permen), dan peralatan medis.

Indonesia mengimpor kapas, kulit kambing, rempah-rempah, dan kopi.Sebagai catatan, impor utama Ethiopia adalah bahan pangan, hewan ternak, minuman, tembakau, minyak mentah, produk minyak, bahan kimia, pupuk, produk farmasi/ obat-obatan, sabun, produk karet, kertas/produk kertas, tekstil, pakaian, gelas (glassware), logam/produk logam, mesin-mesin dan pesawat terbang, kendaraan bermotor, perlengkapan elektronik, serta perlengkapan telekomunikasi dsb.

Di bidang investasi, PT Indofood telah membuka pabriknya sejak pertengahan tahun 2015, sedangkan PT. Sinar Antjol saat ini tengah dalam proses penyelesaian pabrik pembuatan sabun dan deterjen.  Pabrik milik PT. Sinar Antjol tersebut diperkirakan akan beroperasi penuh pada akhir tahun 2016. Sementara itu, PT. Busana Apparel dan PT. Katexindo telah beroperasi penuh setelah Perdana Menteri Ethiopia, Hailemariam Desalegn, meresmikan kawasan Hawassa Industrial Park pada Juni 2017.

 

                             neraca.jpg
 
Total perdagangan antar Indonesia - Ethiopia untuk tahun 2016 adalah sebesar USD 351,751 juta (Penghitungan oleh Ethiopian Custom Authority berdasarkan country of origin). Nilai total perdagangan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015 yang sebesar USD 423,989 juta. Penurunan tersebut terjadi antara lain karena penurunan nilai ekspor produk Indonesia ke Ethiopia salah satunya dipengaruhi oleh adanya permasalah hard currency di Ethiopia.
                                                                                                                                                                                                                   .
Bidang Sosial Budaya
                                                                                                                                                                                                                   .
Di bidang sosial budaya, KBRI Addis Ababa terus mengupayakan pemberian beasiswa dari Pemerintah Indonesia kepada Ethiopia (yaitu Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Beasiswa Darmasiswa); bantuan kerjasama teknik dari Pemerintah Indonesia kepada Ethiopia; serta kegiatan promosi Indonesia di Ethiopia dalam bentuk penyelenggaraan/partisipasi pada kegiatan bazaar.
 
A.     Beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang)
                                                                                                                                                                                                                  .

Pemberian Beasiswa KNB kepada negara-negara berkembang, termasuk Ethiopia, merupakan salah satu sarana yang strategis dalam rangka peningkatan hubungan antara kedua negara dan sekaligus peningkatan people-to-people contact. Melalui pemberian Beasiswa KNB tersebut, penerima beasiswa dari Ethiopia tentunya akan mempunyai ikatan emosi dengan Indonesia dan pada gilirannya, setelah mereka menyelesaikan studinya di Indonesia dan kembali ke Ethiopia, mereka berpotensi memiliki antusiasme yang besar terhadap Indonesia dan dapat berperan sebagai duta-duta Indonesia di Ethiopia.

Terkait dengan tawaran Beasiswa KNB ke Ethiopia, terjadi peningkatan penerima beasiswa asal Ethiopia yaitu:

  • Tahun 2013   :       1 orang.
  • Tahun 2014   :       1 orang.
  • Tahun 2015   :       1 orang.
  • Tahun 2016   :       8 orang

B.     Beasiswa Darmasiswa

Di samping Beasiswa KNB, Pemerintah Indonesia juga menawarkan Beasiswa Darmasiswa kepada Ethiopia. Beasiswa ini merupakan program beasiswa non degree (non gelar) selama 1 (satu) tahun untuk mempelajari bahasa, seni, musik dan kerajinan Indonesia. Tujuan utama dari Beasiswa Darmasiswa adalah untuk mempromosikan dan meningkatkan minat dalam Bahasa dan Budaya Indonesia di antara pemuda/pemudi dari mancanegara.

Beasiswa ini diberikan ke mahasiswa asing dari negara-negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Peserta boleh memilih salah satu dari 54 Universitas yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Program ini diorganisir oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI. Hingga saat ini, sebanyak 115 negara telah menerima Beasiswa Darmasiswa tersebut.

Terkait dengan tawaran Beasiswa Darmasiswa ke Ethiopia, tercatat pula peningkatan pelamar Ethiopia yang berhasil mendapatkan beasiswa ini yaitu: 

  • Tahun 2013   :       5 orang.
  • Tahun 2014   :       3 orang.
  • Tahun 2015   :       3 orang.
  • Tahun 2016   :       11 orang.

C.     Bantuan Kerjasama Teknik

Di samping pemberian beasiswa, bantuan kerjasama teknik dari Pemerintah Indonesia kepada negara-negara berkembang, termasuk Ethiopia, merupakan salah satu upaya yang strategis dalam rangka peningkatan hubungan antara kedua negara dan sekaligus peningkatan people-to-people contact.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan kerjasama teknik kepada Ethiopia di berbagai bidang. Sejumlah bantuan kerjasama teknik yang pernah diberikan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2016 kepada negara ini antara lain meliputi:

  • International Training on Agriculture for African Countries 2016 yang diselenggarakan di Lembang, Jawa Barat pada tanggal 1 - 12 April 2016 yang telah dihadiri oleh 2 peserta Ethiopia; 
  • Multimedia Training Course for Asia-Pacific and African Countries, yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 25 Juli – 4 Agustus 2016 yang dihadiri oleh 3 peserta Ethiopia dari Ethiopian News Agency (ENA);  
  • Pada tanggal 23 – 24 September 2016 bertempat di KBRI Addis Ababa, Direktorat Kerjasama Teknik Kemlu RI telah menyelenggarakan workshop mengenai accountable government yang diikuti oleh beberapa negara Afrika termasuk 2 peserta dari Ethiopia. 

D.     Kemitraan Universitas (U-to-U)

Delegasi Bahir Dar University (BDU) yang dipimpin wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Fikreselam Gared telah melakukan kunjungan ke Indonesia dan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara BDU dan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada bulan April 2016.

Menindaklanjuti kunjungan BDU dan MoU antar kedua universitas, Delegasi UNS yang dipimpin oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Sutarno, telah berkunjung ke BDU pada awal bulan Oktober 2016 dan telah mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama antar kedua universitas sebagai implementasi dari MoU dimaksud.

E.     Kegiatan Promosi Indonesia di Ethiopia

Dalam rangka mempromosikan Indonesia di Ethiopia, KBRI Addis Ababa telah melakukan beberapa upaya antara lain meliputi: penyelenggaraan dan berpartisipasi pada bazaar Indonesia di Ethiopia serta melakukan promosi Indonesia dalam bentuk wawancara dengan radio dan televisi setempat.