African Union

African Union

Organisasi African Union (AU)

1.    Sejarah terbentuknya African Union (AU) 

Sejarah terbentuknya African Union (AU) tidak dapat dilepaskan dari terbentuknya Organisation of African Unity (OAU), yang secara garis besarnya dapat digambarkan sebagai berikut: 

A.   Organization of African Unity (OAU) 

Sejarah berdirinya African Union (AU) diawali dengan terbentuknya Organisation of African Unity (OAU) pada tanggal 25 Mei 1963 di Addis Ababa, Ethiopia yang beranggotakan 32 negara yang pada waktu itu sudah merdeka. Perkembangan selanjutnya, jumlah negara anggota OAU secara bertahap bertambah dengan 21 negara sehingga menjadi 53 negara. 

Tujuan utama pembentukan OAU sebagaimana ditetapkan dalam Piagam OAU, ialah:  

  • Mempromosikan persatuan dan solidaritas negara-negara Afrika
  • Mengkoordinasikan dan mengintensifkan kerjasama dan upaya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Afrika
  • Menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Anggota
  • Menghapuskan segala bentuk kolonialisme dan apartheid
  • Mempromosikan segala bentuk kerjasama internasional dalam kerangka PBB
  • Menyelaraskan kebijakan politik, diplomatik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, kesejahteraan anggota, ilmu pengetahuan, teknik dan pertahanan antar Negara-negara Anggota. 

OAU bekerja berdasarkan Piagam OAU yang telah disetujui antar negara-negara anggota OAU dan Abuja Treaty (1991) tentang pembentukan African Economic Community.  

B.   African Union (AU) 

Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1990-an para pemimpin Afrika membicarakan mengenai perlunya mengubah bentuk OAU untuk dapat merefleksikan tantangan-tantangan dalam dunia yang berubah. Pembentukan AU telah bergeser dari fokus untuk mendukung pembebasan dari kolonialisme dan apartheid menjadi ujung tombak bagi pembangunan dan persatuan Afrika.  

Visi dari AU termasuk upaya untuk mempercepat proses integrasi Afrika; mendukung pemberdayaan negara-negara Afrika dalam ekonomi global; mengatasi berbagai macam permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang dihadapai benua Afrika; dan mempromosikan perdamaian, keamanan, stabilitas, demokrasi, pemerintahan yang baik dan hak azasi manusia.

Terdapat 4 (empat) Summit yang menjadi rangkaian terbentuknya AU, yaitu: 

  1. Penyelenggaraan Summit di Sirte (Libya) yang mengesahkan Sirte Declaration pada tanggal 9 September 1999 yang menyerukan untuk dibentuknya African Union.
  2. Penyelenggaraan Summit di Lome pada tahun 2000 yang mengesahkan Constitutive Act of the African Union
  3. Penyelenggaraan Summit di Lusaka tahun 2001 yang mengesahkan roadmap untuk implementasi dari AU. Pada waktu yang bersamaan juga disahkan inisiatif untuk membentuk NEPAD (New Partnership for Africa's Development).
  4. African Union secara resmi terbentuk dalam Summit di Durban tanggal 9 Juli 2002, yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan Summit dari Assembly of Heads of State and Government. Pada Sesi Pertama dari Assembly tersebut kemudian terpilih Presiden Thabo Mbeki (Afrika Selatan) sebagai ketua AU yang pertama.  

Visi AU adalah Afrika yang terintegrasi, sejahtera dan damai, yang diselenggarakan oleh rakyatnya sendiri dan mewakili kekuatan dinamis dalam arena global. 

Tujuan pembentukan AU sebagaimana dicantumkan dalam Constitutive Act of the African Union tahun 2000 dan Protocol of to the Act tahun 2003, telah menetapkan 17 sasaran yang ingin dicapai oleh AU, antara lain: 

  • Mencapai persatuan yang lebih erat dan solidaritas antara negara-negara Afrika dan rakyat Afrika
  • Mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan kemerdekaan dari negara-negara anggotanya.
  • Mempercepat integrasi politik dan sosio-ekonomi dari benua Afrika
  • Memajukan dan mempertahankan posisi bersama Afrika dalam isu-isu yang menjadi kepentingan benua Afrika dan rakyatnya.

Selanjutnya, Assembly of Heads of State and Government telah mengesahkan Agenda 2063 pada tahun 2015 yang merupakan roadmap untuk membangun Afrika yang bersatu dan sejahtera yang didasarkan pada nilai-nilai dan tujuan bersama. 

2.    Keanggotaan African Union 

African Union terdiri dari 55 negara anggota, yaitu: 

1.        Algeria                                       16. Egypt                              30. Malawi                            45. Somalia     

2.        Angola                                       17. Equatorial Guinea           31. Mali                                46. South Africa

3.        Benin                                          18. Eritrea                            32. Mauritania                      47. South Sudan

4.        Botswana                                   19. Ethiopia                          33. Mauritius                        48. Sudan

5.        Burkina Faso                              20. Gabon                            34. Morocco                         49. Swaziland  

6.        Burundi                                      21. Gambia                          35. Mozambique                   50. Tanzania  

7.        Cabo Verde                               22. Ghana                            36. Namibia                           51. Togo 

8.        Cameroon                                 23. Guinea                            37. Niger                               52. Tunisia

9.        Central African Republic           24. Guinea-Bissau                38. Nigeria                             53. Uganda     

10       Chad                                         25.  Kenya                             39. Rwanda                            54. Zambia

11.      Comoros                                   26. Lesotho                          40. Sahrawi Arab D.R             55. Zimbabwe      

12.      Congo                                       27. Liberia                            41.Sao Tome and Principe  

13.      Cote d''Ivoire                            28. Libya                              42. Senegal                    

14.      D R Congo                                29. Madagascar                   43. Seychelles               

15.      Djibouti                                                                                  44. Sierra Leone            

Catatan: 

1.    Beberapa nama Negara-negara Anggota mengalami perubahan sejak bergabung dalam OAU atau AU. Perubahan nama yang terbaru ialah Republic of Cape Verde menjadi Republic of Cabo Verde sejak 2013. 

2.    Republik Sudan Selatan menjadi negara anggota African Union ke-54 pada tanggal 27 Juli 2011. 

3.    Negara Central African Republic (CAR) dibekukan partisipasinya dari semua kegiatan AU sejak tanggal 25 Maret 2013 sampai dengan terwujudnya ketertiban konstitusional di CAR secara permanen. Pada tanggal 31 Maret 2016, Peace and Security Council of African Union memutuskan untuk mencabut pembekuan CAR untuk mengikuti kegiatan AU. 

4.    Morocco (Maroko) keluar sebagai anggota OAU pada tahun 1984. Pada bulan September 2016, Maroko secara resmi mengajukan permohonan untuk menjadi anggota AU. Selanjutnya, pada tanggal 30 Januari 2017, AU menerima Maroko sebagai anggota AU. Dengan diterimanya Maroko dalam African Union, maka jumlah negara anggota menjadi 55.  

3.    Bahasa yang digunakan dalam African Union 

Berdasarkan Pasal 11 dari "Protocol to the AU Constitutive Act", bahasa resmi yang digunakan oleh AU dan semua lembaganya adalah Arab, Inggris, Perancis, Portugis, Spanyol, Kiswahili dan bahasa Afrika lainnya. 

Adapun bahasa yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari ialah Arab, Inggris, Perancis dan Portugis. 

 

Hubungan indonesia – African Union (AU) 

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Duta Besar RI untuk Ethiopia dan Djibouti untuk merangkap pula sebagai Permanent Representative Indonesia untuk African Union sejak tahun 2012. 

Perkembangan selanjutnya, untuk pertama kalinya dalam hubungan antara Indonesia dan African Union, Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menghadiri KTT African Union yang diselenggarakan di Addis Ababa, Ethiopia pada bulan Januari 2015, dan selanjutnya mengadakan pertemuan dengan H.E. Nkosazana Dlamini – Zuma yang menjabat sebagai Chairperson of the African Union Commission. 

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menteri Luar Negeri RI tersebut, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI yang didampingi oleh Direktur Kerjasama Teknik telah bertemu dengan Acting Chairperson of the African Union Commission di Addis Ababa pada bulan Desember 2015 guna membahas kerjasama teknik dalam kerangka Asia Africa Center yang telah disepakati oleh negara-negara Asia dan Afrika pada peringatan ke-60 Konperensi Asia Afrika di Indonesia pada bulan April 2015. 

Selain hal-hal tersebut di atas, telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kerjasama dengan African Union di berbagai bidang, antara lain penawaran kerjasama di bidang penanggulangan terorisme oleh delegasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia dalam kunjungan ke Addis Ababa pada bulan Agustus 2016 dan penawaran kerjasama pengembangan pendidikan yang dilakukan atas kerjasama KBRI Addis Ababa, Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan UNESCO Addis Ababa office pada bulan April 2017. 

-oOo-