Hati-hati terhadap aksi penipuan

6/18/2015

?

Sudah sering terjadi kasus di mana warga negara Indonesia mengalami hal seperti mendapatkan penawaran kontrak kerja, bisnis dan lainnya ang akhirnya berbagai penawaran tersebut berujung kepada permintaan transfer uang sebagai biaya pengurusan berbagai persyaratan admintrasi dsb. Kasusu seperti di atas isitlah umumnya "advance free fraud" -dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk kejahatan penipuan "419" di samping berbagai bentuk penipuan perdagangan dan keuangan lainnya.
 
KBRI Abuja sudah sejak lama memberikan informasi mengenai adanya kegiatan kriminal penipuan "419" tersebut, khususnya kepada para pengusaha Indonesia yang ingin mengadakan hubungan bisnis dengan pengusaha dari Nigeria atau dari negara akreditasi KBRI Abuja lainnya. Namun demikian, kasus-kasus penipuan semacam itu masih saja kita temui.
 
Kejahatan penipuan yang di kawasan Afrika Barat dikenal sebagai tindakan kriminal 419 tersebut menggunakan modus operasi yang semakin hari dapat dikatakan semakin berkembang, terorganisir secara rapih, canggih dan bisa sangat meyakinkan para calon korbannya dan tidak jarang melibatkan jaringan di dalam negeri Indonesia dan negara lain secara global.


Modus kejahatan penipuan 419 tersebut biasanya berbentuk penawaran transaksi dalam jumlah besar yang antara lain dapat berupa:
  1. Kontrak/tender palsu/kadaluarsa atas nama instansi pemerintah;
  2. Penawaran lowongan kerja dari perusahaan fiktif;
  3. Penjualan aset negara fiktif dan surat menyurat bank palsu seperti pembayaran dengan L/C atau certificate bank draft yand dikeluarkan oleh bank fiktif;
  4. Penjualan aset negara atu barang di bawah harga pasar;
  5. Meminta uang transfer kepada korban dengan alasan untuk menyuap apara pemerintah setempat untuk memudahkan pencairan dana hasil pertambangan, penjualan minyak, atau pencairan uang sisa dana revolusi dengan iming-iming yang didapat akan dibagi kepada calon korban.
  6. Pencaiaran dana melalui telegraphic transfer (TT) dengan mengatasnamakan bank sentral negara setempat
  7. Pelimpahan ahli waris dari orang yang tidak dikenal sebelumnya


Adapun ciri-ciri penipuan 419 adalah sebagai berikut:

  1. Biasanya mengiming-imingi keuntungan atau pembagian sejumlah uang yang jumlahnya tidak wajar;
  2. Menjanjikan keuntungan timbal balik yang menggiurkan dan terlalu muluk-muluk tanpa melakukan hal apapun;
  3. Seringkali menggunakan nama para pejabat tinggi pemerintahan dan bank sentral negara setempat dalam meyakinkan calon korbannya;
  4. Meminta uang pembayaran "registration fee" suatu produk impor kepada instansi pemerintah setempat di luar pembayaran sebenarnya dengan alasan guna terlaksanaanya kerjasama pemasaran produk yang akan diekspor ke negara tersebut.


Dalam praktiknya, aksi penipuan 419 dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:

  1. Korespondensi dengan email, website, faksimil, jasa pos dan telepon di tempat umum atau dengan telepon genggam guna memudahkan penghilangan jejak;
  2. Memalsukan dokumen perusahaan atau instansi negara
  3. Meminta nomor rekening bank, kop surat, dan faktur kepada calon korban;
  4. Meminta agar hubungan bisnis yang dijalin dilakukan secara rahasia yang sering diberikan klasifikasi confedential, secret top secret ;
  5. Menggunakan alamat palsu atau gedung kantor kosong.


Demikianlah, kiranya berbagai informasi mengenai kejahatan penipuan 419 di atas dapat menjadi perhatian sebagai usaha pencegahan dan peningkatan kewaspadaan, khususnya mengingat kejahatan penipuan tersebut banyak dilakukan dari kawasan Afrika Barat yang menjadi wilayah akreditasi KBRI Abuja.


Juni  2015