Pertemuan WNI Di Kamerun – Republik Kongo Dengan Duta Besar RI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

12 (dua belas) WNI yang bekerja di hutan yang berjarak 800 km dari kota Douala, pusat bisnis Kamerun menjemput langsung Duta Besar RI di Bandara Internasional Douala pada tanggal 17 Mei 2012.

 

Menurut Sdr. Beny Mahmud (manajer rekrutmen tenaga kerja industri kayu Indonesia), mereka semua mewakili rekan kerjanya sekitar 60 (enam puluh) orang di camp industri kayu di kota Gabose dan Souanke (daerah perbatasan antara Kamerun dan Republik Kongo). Duta Besar RI di Nigeria, juga merangkap Republik Kamerun dan Republik Kongo.

 

Kedatangan Duta Besar RI, Sudirman Haseng ke Kamerun adalah dalam rangka memperingati Hari Nasional Kamerun, 20 Mei 2012 dan pembinaan KBRI kepada WNI di luar negeri didampingi oleh fungsi konsuler menjadi hal yang unik dan berkesan bagi WNI di Kamerun karena rata-rata mereka mengakui sulitnya mendapat transportasi dan jauhnya dari camp ke Douala.

 

Dalam pertemuan interaktif, WNI memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan masukan/usulan, pertanyaan-pertanyaan seputar layanan WNI, informasi-informasi peluang/potensi di Kamerun, serta pengalaman kerja mereka. Sdr. Phang Ket Min, salah satu sesepuh WNI di Kamerun yang biasa dipanggi Pak Min menyampaikan “Pak Dubes, kami semua sangat senang dan gembira Bapak telah mengunjungi kami di Kamerun”. Hal yang senada juga diungkapkan oleh Pak Jacky, operator loader “Saya senang Pak Dubes bisa bertemu, rasa kebersamaan kami membuat betah kerja di Kamerun”.

 

Duta Besar RI menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dari WNI di Kamerun yang telah rela menempuh jarak yang jauh untuk menjemput di bandara. Sementara itu dalam pertemuan yang penuh dengan rasa persaudaraan, Duta Besar juga menjawab secara langsung masukan/usulan, pertanyaan-pertanyaan, dan informasi lainnya yang penting untuk diketahui oleh WNI di luar negeri.

 

Rasa lelah tidak mengurangi semangat mereka yang berkeinginan mengantar langsung Duta Besar RI ke Yaounde, ibu kota Kamerun dengan mobil mereka dan mendampingi Duta Besar RI melihat secara langsung potensi, kekayaan alam, dan objek wisata di Kamerun. Selama 4,5 jam perjalanan darat dari Douala ke Yaounde yang berjarak 200 km, kita dapat melihat secara langsung hutan yang hijau kaya dengan beragam jenis tanaman serta sejumlah pekebunan rakyat di sekitarnya.

 

Kamerun sebuah negara yang terletak di tengah dan barat Afrika, dikenal sebagai “Miniatur Afrika” karena banyaknya ragam geologis dan kultural yang dimiliki. Terdapat 2 (dua) kota terbesar di Kamerun yaitu Douala, kota bisnis dan ekonomi serta Yaounde, kota administrasi pemerintahan. Negara dengan jumlah penduduk sekitar 20 juta jiwa dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 25,8 milyar (perkiraan tahun 2011) memiliki potensi yang besar di industri kayu, pertanian/agrikultur, pasar produk Indonesia, konstruksi bangunan, infrastruktur, dan sektor lainnya. (Sumber: KBRI Abuja).