Pebisnis Afrika Barat Banjiri Trade Expo Jakarta 2012

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Trade Expo Jakarta tahun ini akan kedatangan lebih dari 200 pebisnis dari Afrika Barat, khususnya dari Nigeria, Benin dan Togo. Mestinya jumlah pebisnis lebih dari itu, namun KBRI Abuja menekankan pada kwalitas daripada kwantitas, mengingat masih adanya kasus-kasus yang menyalahgunakan kemudahan visa yang diberikan.

Para pebisnis tersebut sudah disaring dan diharapkan kedatangannya ke Indonesia benar-benar untuk melakukan bisnis melalui Trade Expo Jakarta 2012. Kita periksa betul dokumennya, termasuk pengalaman bisnis dan modal yang dimiliki dan menolak dengan tegas pebisnis pemula tapi tidak cukup modal dan tidak mempunyai sertifikat bebas dari obat terlarang, yang dikeluarkan oleh Nigerian Drug Law Enforcement Agency (NDLEA), semacam BNN.

Secara kategori/minat dari pebisinis tersebut, antara lain: Textile and Textile Products, Furniture, Household Goods, Electricity and Electronics, Building Material, Pharmaceuticals, Processed Foods,  Agriculture, Office Machines, Printing Products, dan produk unggulan Indonesia lainnya.

Selain mengunjungi Trade Expo Jakarta, sebagian pebisnis juga akan melakukan kunjungan kebeberapa sentra bisnis di Jakarta dan Bandung, mengadakan pertemuan bisnis dengan KADIN Jawa Barat, bahkan ada kelompok pebisnis ingin menjajaki fasilitas kapasitas pengembangan dan pelatihan bidang pertanian dan industri kecil menengah untuk kerjasama lebih lanjut.

Membanjirnya minat pebisnis Afrika Barat ke TEI 2012 tidak lepas dari upaya promosi yang dilakukan oleh KBRI Abuja, khususnya melalui program Safari Bisnis dan Budaya ke Lagos (Nigeria), Coutounou (Benin), Lome (Togo) dan Accra (Ghana), yang mendapat liputan luas media setempat.

Program Safari Bisnis yang dilakukan awal Juni tahun ini tidak hanya memberi kesempatan kepada 4 (empat) pengusaha Indonesia untuk menyaksikan langsung potensi bisnis dan ekonomi, tetapi juga melakukan kontak langsung dengan para pebisnis dari negara tersebut.

Pada saat yang sama KBRI Abuja dan ITPC Lagos mempromosikan berbagai produk lainnya dan mengajak pebisnis untuk mengenal langsung produk-produk Indonesia di Trade Expo Jakarta. Diluar dugaan, mereka menyambut ajakan mengunjungi Trade Expo 2012 setelah menyaksikan langsung berbagai produk komoditi dan aneka tampilan budaya yang dipertunjukkan. Bagi mereka, mengunjungi Jakarta bukan hal mudah, disamping perlu sedikitnya 24 jam penerbangan dan transit, juga biaya tiket yang cukup tinggi, minimal US$2000,- atau sekitar 18 juta rupiah.

Menurut Duta Besar RI untuk Nigeria, yang juga merangkap 8 negara Afrika Barat lainnya, Sudirman Haseng memang sudah menduga pebisnis Afrika Barat akan berbondong bondong ke Trade Expo Jakarta 2012 karena semakin  meningkatnya permintaan informasi berbagai produk Indonesia.

Citra dan daya saing produk serta  postur bisnis dan ekonomi Indonesia di dunia internasional memudahkan KBRI Abuja untuk mendorong dan meyakinkan pebisnis setempat melakukan bisnis dengan mitranya di Indonesia. Hal ini  terlihat dengan meningkatnya volume perdagangan Indonesia dengan hampir semua Negara Afrika Barat, yang naik  sekitar 20 - 50% tahun 2011 dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini kita juga harapkan tetap meningkat sekitar 20 - 50%, dengan semakin meningkatnya minat pengusaha setempat terhadap berbagai produk dan jasa Indonesia (Sumber: KBRI Abuja)

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

 

Robert E. Wattimena       : Pelaksana Fungsi PWNI BHI

Telp                              : (+234)-9-461-3252

No. Fax                         : (+234)-9-461-3253

HP                                : (+234) 7082014956

Email                            : robert.wattimena@kemlu.go.id

 

Maulana Hamdani                       : Petugas Komunikasi

Telp                              : (+234)-9-461-3252

No. Fax                         : (+234)-9-461-3253

HP                                : (+234) 8085765504

Email                            : maulana.hamdhani@kemlu.go.id