Liberia

​Republik Liberia, (Inggris: Republic of Liberia) setelah mengalami perang sipil selama 7 tahun, pada tahun 1996 diadakan pemilihan Presiden dan Legislatif. Presiden TAYLOR memegang kekuasaan eksekutif sangat kuat tanpa ada oposisi yang berarti. Pertikaian bersenjata yang berkepanjangan diikuti dengan perginya pengusaha setempat telah memberikan gangguan serius terhadap roda perekonomian Liberia. Misi PBB di Liberia (UNMIL) menjaga kehadiran yang kuat di seluruh negeri, namun situasi keamanan masih rapuh dan proses membangun kembali struktur ekonomi dan sosial dari negara yang dilanda perang, akan memakan waktu bertahun-tahun. Setelah dua tahun pemerintahan oleh pemerintahan transisi, pemilu demokratis pada akhir tahun 2005 membawa Presiden Ellen Johnson SIRLEAF berkuasa. Sirleaf Johnson dipilih dan diangkat pada bulan November 2005 sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan setelah memenangkan pemilu tahun 2005. Sirleaf Johnson sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan Negara.

 

Perang saudara dan salah urus pemerintah Liberia telah menghancurkan sebagian besar ekonomi Liberia, terutama infrastruktur di sekitar ibukota, Monrovia. Banyak pengusaha melarikan diri dari Liberia, namun dengan berakhirnya perang dan berlakunya pemerintahan yang terpilih secara demokratis di tahun 2006, beberapa orang telah kembali. Liberia merupakan negara yang memiliki rasio FDI/GDP terbesar di dunia. Liberia kaya dengan air, sumber daya mineral, hutan, dan iklim yang menguntungkan untuk pertanian, Liberia pernah menjadi produser dan eksportir produk dasar terutama bahan baku kayu dan karet. Langkah-langkah yang diambil Presiden Johnson Sirleaf, saat ini adalah membenahi sistem perbankan dengan administrator yang terlatih, dan memerangi korupsi, membangun dukungan dari bantuan internasional, dan mendorong investasi swasta. Embargo pada ekspor kayu dan berlian telah ditiadakan, sehingga menjadi sumber pendapatan baru untuk pemerintah.