Kongo, Republik

Republik Kongo (Perancis : République du Congo; Kongo : Repubilika ya Kongo; Lingala : Republiki ya Kongó), yang juga dikenal sebagai Kongo-Brazzaville, adalah sebuah negara di Afrika Tengah, berbatasan dengan Gabon, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Congo, provinsi Angola-Cabinda dan Teluk Guinea. Negara ini didominasi oleh suku Bantu, yang membangun rantai perdagangan sampai ke basin sungai Kongo. Republik Kongo adalah bekas jajahan Perancis. Setelah kemerdekaan di tahun 1960, bekas wilayah Perancis di Kongo Tengah menjadi Republik Kongo. Setelah seperempat abad mencoba Marxism, pada tahun 1990 Republik Kongo merubah pahamnya dan sebuah pemerintahan yang dipilih secara demokratis memerintah pada tahun 1992. Perang saudara singkat di tahun 1997 membuat mantan Presiden Marxist, Denis SASSOU-NGUESSO kembali berkuasa, dan sebuah periode keresahan etnis dan politis kembali terjadi. Kelompok-kelompok pemberontak Selatan menyetujui perjanjian damai final di bulan Maret 2003, namun ketenangan tersebut mencekam dan para pengungsi terus menjadi krisis kemanusiaan. Minyak bumi telah menggantikan hasil hutan sebagai tulang punggung perekonomian, dan merupakan bagian besar dalam pendapatan serta ekspor pemerintah. Di awal ’80-an, peningkatan harga minyak bumi yang cepat memampukan pemerintah membiayai proyek-proyek pembangunan skala besar dengan pertumbuhan PDB pertahun rata-rata 5%, salah satu yang tertinggi di Afrika. Pemerintah telah menggadaikan sebagian besar pendapatan minyaknya melalui pinjaman sehingga mengakibatkan pertumbuhan beban hutang dan penurunan pendapatan kronis. Usaha-usaha reformasi ekonomi telah diambil dengan dukungan berbagai organisasi internasional, terutama Bank Dunia dan IMF. Namun program reformasi tersebut berhenti di bulan Juni 1997 ketika perang saudara terjadi. Ketika perang berhenti di bulan Oktober 1997 dan Denis SASSOU-NGUESSO kembali berkuasa, dia menyatakan ingin kembali menjalankan reformasi ekonomi dan privatisasi serta kembali bekerjasama dengan institusi keuangan internasional. Kemajuan ekonomi sangat terhambat karena jatuhnya harga minyak dan kembali meletusnya konflik bersenjata di bulan Desember 1998, yang memperparah defisit anggaran negara. Pemerintahan sekarang berada dalam situasi perdamaian internal yang rapuh dan menghadapi tantangan perekonomian yang sulit untuk memulihkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Naiknya harga minyak membantu meningkatkan PDB dan prospek jangka pendek. Di bulan Maret 2006, Bank Dunia dan IMF menyetujui perlakuan Heavily Indebted Poor Countries (HIPC) untuk Kongo.