TKW Di Abu Dhabi Belajar Jadi Pengusaha

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Halimah asal Indramayu dengan polos berujar “Pak, saya cuman lulusan S nol, tidak seperti bapak, bagaimana bisa saya jadi pengusaha?” Sementara peserta lain, menatap dengan takjub sang nara sumber yang menceritakan kesuksesannya sebagai wiraswasta. Suasana tersebut terekam pada kegiatan pelatihan bertajuk “Akselerasi Bisnis dan Bagaimana Mendapatkan Modal” yang disampaikan oleh Didi Junaedi FP, MF, pengajar dari Entrepreneur University. Kegiatan dilakukan di aula KBRI Abu Dhabi pada tanggal 21 Mei 2011 dihadapan 60 TKW bermasalah yang ditampung di KBRI Abu Dhabi. Kegiatan ini merupakan salah satu kerjasama KBRI Abu Dhabi dengan Entrepreneur University yang menghadirkan nara sumber yang telah sukses menjalankan wirausaha di berbagai bidang. Semenjak pelatihan ini diselenggarakan, para TKW di penampungan KBRI Abu Dhabi telah menerima 5 (lima) sesi pelatihan, selama 1,5 – 2 jam setiap kalinya, antara lain branding, berkebun emas, kuliner, dan spiritual entrepreneur.

 

Dubes RI, M. Wahid Supriyadi yang ikut hadir pada sesi pelatihan tersebut menyatakan besar harapannya di kemudian hari para TKW termotivasi untuk merubah pola berpikirnya yaitu tidak lagi ke luar negeri menjadi TKW dengan menempuh resiko yang tinggi dan meninggalkan keluarga. Pelatihan dengan berbagai materi yang diberikan diharapkan dapat menginspirasi para TKW untuk mengikuti jejak para nara sumber dengan melihat kesuksesan yang berhasil diraih. Ditambahkan bahwa KBRI Abu Dhabi mendorong pihak terkait untuk lebih mengutamakan pengiriman TKI formal ke Timur Tengah dibanding informal khususnya ke Uni Emirat Arab. Peluang di sektor formal masih terbuka luas dan mendapat jaminan kepastian hukum.

 

Lebih lanjut, Dubes Wahid menyebutkan bahwa tingkat prosentasi entrepreneur Indonesia masih tertinggal jauh hanya 0.18% dibanding Malaysia yang telah mencapai 7,3% dan India 10%. Untuk itu, pembelajaran dari berbagai nara sumber yang pakar di bidangnya sangat bermanfaat bagi pembangunan Indonesia di masa mendatang, pungkasnya.

 

Saat ini tercat sekitar 60 orang yang bergabung dalam EU yang umumnya berasal dari kalangan professional. Mereka umumnya memiliki keinginan untuk berinvestasi dan membuka usaha di Indonesia namun terkendala oleh minimnya pengetahuan tentang peluang dan tata cara berbisnis. KBRI menyediakan fasilitas ruang kuliah, sebagai gantinya para pengajar diminta untuk menularkan pengetahuannya kepada para TKW bermasalah di penampungan KBRI Abu Dhabi.