Sate Dan Nasi Goreng Paling Dicari Di ASIAN Food Fair 2011 Di KBRI Abu Dhabi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Stand Indonesia pada Asian Food Fair di Abu Dhabi, UEA, tanggal 5 Maret 2011 yang  menampilkan sate dan nasi goreng nampak kewalahan melayani antrian yang tidak ada hentinya sejak dibuka pukul 11 pagi hari. Demo nasi goreng yang dilakukan oleh seorang chef WNI dari hotel bintang lima “Shangrila” dan sate ayam/kambing yang langsung dibakar di tempat menjadi atraksi yang menarik dan semakin menggugah selera para pengunjung untuk mencicipi selagi masih panas. Alhasil, 250 paket nasi goreng dan 1.500 tusuk sate tetap tidak dapat mencukupi kebutuhan seluruh pembeli. Pengunjung warga negara asing tampak kecewa saat mengetahui, jualan nasi goreng dan sate Indonesia sudah habis. Selain sate dan nasi goreng, stand Indonesia juga menjual berbagai penganan jajan pasar seperti kue lumpur, lumpia, pastel, risoles, bolu kukus, kue lapis dan rempeyek kacang serta minuman dingin cincau.

 

Hari itu, sejak pukul 11 siang hingga pukul 2 sore, pelataran halaman KBRI Abu Dhabi berjejer rapi 15 tenda yang mempresentasikan 15 negara untuk menjajakan makanan khasnya yaitu dari Australia, Azerbaijan, Bangladesh, Brunei, China, Indonesia, Iran, Japan, Kazakhstan, Malaysia, Philippine, Singapore, South Korea, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam. Masing-masing negara berupaya menampilkan makanan unggulan dan keunikannya masing-masing. Tenda Thailand menjajakan Tom Yang Kung, tenda Malaysia menjual sate, kue roti dan teh tarik, Vietnam membuka kedai mie Pho Hoa lengkap dengan meja-meja untuk 2-3 orang, dan Iran menjajakan nasi rames Arab komplit. Beberapa negara bahkan menggunakan kostum tradisionalnya seperti Korea Selatan, Jepang dan Vietnam.

 

Dalam sambutan pembukaan, Dubes RI di Uni Emirat Arab, M. Wahid Supriyadi menyatakan bahwa pelaksanaan Food Fair kali ini sudah menginjak tahun yang kedua dan semakin banyak negara yang berpartisipasi sehingga nampaknya ke depan halaman KBRI Abu Dhabi sudah tidak dapat menampung lagi pengunjung yang datang. Dipilihnya KBRI sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya merupakan kehormatan tersendiri. Selain lokasi yang strategis, KBRI telah memiliki peralatan panggung, dekorasi dan tenda-tenda yang selama ini diperlukan untuk program Indonesian Charity Bazaar. Sementara isteri Dubes RI, Ny. Murgiyati Supriyadi yang mengerahkan semua anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Abu Dhabi menyatakan kepuasannya atas keberhasilan acara ini berkat dukungan dari anggota DWP dan juga masyarakat Indonesia yang ada di Abu Dhabi.

 

Diperkirakan lebih dari 1.000 orang dari berbagai kalangan memadati halaman KBRI Abu Dhabi. Para pengunjung selain menikmati berbagai makanan dari 15 negara juga disuguhi penampilan kesenian dari Malaysia, Kazakhstan, Bangladesh, Korea Selatan, Thailand, Philippine dan Indonesia. Tahun ini, Indonesia menampilkan gamelan, tari payung, tari topeng dan poco-poco. Sebagian besar tenda-tenda jualan terpaksa tutup satu jam lebih awal karena sudah tidak ada lagi yang dijual. Asian Food Fair telah menjadi calendar event bagi kalangan isteri-isteri Duta Besar yang tergabung dalam kelompok Asian Ladies’ Association Abu Dhabi sebagai kegiatan promosi kuliner dan seni budaya dari negara-negara di kawasan Asia. Tampak pula media setempat berbahasa Arab dan Inggris terbesar di UEA seperti Al Ittihad, Al Khaleej, Gulf News dan Khaleej Times datang  untuk meliput acara ini.