Perayaan HUT RI ke-65 di Abu Dhabi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

SIARAN PERS

NO. /PSB/VIII/2010

 

PERAYAAN HUT RI KE-65 DI ABU DHABI

DIDAHULUI KUNJUNGAN KE PENJARA AL WATHBA

 

 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Dubes RI Abu Dhabi M. Wahid Supriyadi beserta staff menyempatkan diri berkunjung ke Penjara Al Wathba, sekitar 40 km di luar kota, menemui WNI yang dipenjara dengan berbagai alasan. “Kenapa sampai di penjara”? tanya Dubes Wahid… “biasa pak, pacaran” kata para TKW yang hampir menjawab secara serentak sambil malu-malu. Ada yang unik tahun ini, seorang TKW dari Banjarmasin mengaku bangga pacaran dengan seorang warga negara Inggris, sementara yang lain umumnya berpacaran dengan warga negara India, Pakistan dan Bangladesh. “Wah peningkatan, anakmu nanti calon bintang film” jawab Dubes yang disambut tawa dari teman-temannya. Sementara itu Brigadir Yousef Abduk Karem Al Ahmed, Kepala Penjara Al Wathba dan para sipir penjara lain saling menatap, tidak tahu apa yang dibicarakan. Ketika ditanya siapa saja yang sudah punya suami, ada sekitar 8 orang yang tunjuk jari. “Jadi mengapa pacaran?’tanya Dubes. Lebih dari separuhnya menjawab bahwa suaminya telah kawin lagi.

 

Saat ini terdapat 40 TKW yang berada di tahanan Al Wathba, dan hampir semuanya karena kasus asusila. Sebagian mengaku dijebak dan seorang ibu paruh baya mengaku ditangkap hanya karena ketahuan memberi minum kepada tukang listrik yang sedang memperbaiki rumah majikan. Dubes mengingatkan bahwa para TKW harus menghormati UU setempat dan KBRI tidak dapat mencampuri proses pengadilan. Namun KBRI siap mendampingi dan bahkan mengirim pengacara jika diperlukan dalam proses sidang. Di lain pihak, semuanya mengaku telah diperlakukan dengan baik dan bahkan sebagian besar mendapat pengampunan dari Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan akan segera dipulangkan sehubungan dengan jatuhnya bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan itu Dubes Wahid memberi makanan-makanan ringan seperti lumpia, lemper dan kue lapis. Seorang TKW mengatakan sudah 2 tahun tidak pernah menyantap makanan tersebut dan bertrima kasih pada KBRI. Dubes juga membagi-bagikan kaos bertuliskan HUT RI ke 65 dan bahan-bahan bacaan serta majalah wanita. Satu buku berjudul “Tamasya ke Masjid”ditulis oleh seorang TKI, Jaya Komarudin, yang bekerja di perusahaan petrokimia di Ruwais (sekitar 250 km dari Abu Dhabi).

 

Menurut Brigdir Yousef, ada lebih dari 1000 tahanan di Penjara Al Wathba saat ini yang berasal dari 80 negara, termasuk dari Indonesia. Seluruh tahanan diberikan pelatihan ketrampilan seperti menjahit, menyulam dan mengaji. Bagi mereka yang telah menyelesaikan pelatihan akan diberikan bonus berupa sajadah, Al Qur’an dan uang sebesar Dh. 80,- yang setara dengan Rp. 192.000,-.

 

Usai lawatan ke penjara dilanjutkan dengan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang dihadiri oleh sekitar 300 WNI dari wilayah Abu Dhabi dan sekitarnya. Keharuan menyelimputi peserta upacara ketika paduan suara TKW di penampungan KBRI Abu Dhabi menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti Hari Proklamasi, Maju Tak Gentar dan Tanah Airku. Terdapat 68 orang TKW bermasalah yang saat ini ditampung di penampungan KBRI, menunggu masalahnya diselesaikan. Ada yang beda dalam perayaan tahun ini. Tampak hadir warga lokal “Emirati” dengan pakaian khasnya “kondura” dan 2 diantaranya merupakan peserta summer program “DREAM 2010” yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

 

Berbagai perlombaan bagi masyarakat Indonesia, anak-anak dan TKW di penampungan telah diselenggarakan oleh KBRI sejak bulan Mei yang lalu, antara lain lomba gerak jalan dan berbagai lomba khas 17-an seperti makan kerupuk, lari karung, mengambil koin, tarik tambang, dll. Seluruh rangkaian liputan peringatan HUT RI mendapatkan liputan luas media setempat baik berbahasa Inggris maupun Arab.

 

Dubes Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenikmatan kemerdekaan yang diperoleh Indonesia hingga kini bukanlah tanpa tantangan. Namun Indonesia saat ini merupakan sedikit negara yang berhasil bertahan dari dampak krisis 2008 dan ekonomi tumbuh 6,2% dalam dua kuartal terakhir. Indonesia untuk pertama kalinya menjadi negara tujuan invetasi nomor 19 dunia menurut penelitian yang dilakukan oleh AT Kearney. Namun, upaya untuk menciptakan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan masih memerlukan waktu yang panjang dan kerja keras serta partisipasi seluruh WNI dimana saja.

 

Sementara hubungan bilateral Indonesia – Persatuan Emirat Arab di berbagai bidang semakin menggembirakan. Setelah sempat turun 28 % menjadi sekitar US $ 1,5 milyar, angka perdagangan kedua negara sampai bulan April kembali meningkat 33,77% dan diharapkan sampai akhir tahun jumlahnya sama dengan posisi tahun 2008 sekitar 2,1 milyar. Dalam 2 tahun terakhir sudah ada komitmen investasi paling tidak senilai US $11 milyar, khususnya di sektor pertambangan, telekomunikasi, galangan kapal dan pelabuhan. KBRI menargetkan sekitar 150 pengusaha akan hadir pada Pameran Produk Ekspor (PPE) bulan Oktober mendatang di Jakarta.

 

Abu Dhabi, 17 Agustus 2010