Idul Adha 1431 H di Abu Dhabi: Berkurban dan Voting Komodo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan sholat Idul Adha di halaman KBRI kali ini diwarnai dengan presentasi oleh salah seorang penggiat komodo, Zeby Febrina. Di hadapan sekitar 1000 orang masyarakat Indonesia di Abu Dhabi, Zeby menjelaskan bahwa komodo adalah satu-satunya binatang purba yang masih hidup di dunia, dan itu hanya ada di Indonesia. Untuk itu “Komodo” layak masuk dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan suaranya baik melalui internet maupun sms. KBRI telah menyiapkan 3 (tiga) laptop yang terkoneksi wi-fi sehingga masyarakat Indonesia dapat langsung melakukan voting saat itu juga.

 

Mengawali sambutannya Dubes RI untuk UEA, M. Wahid Supriyadi menyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini dalam keadaan prihatin atas bencana yang melanda Indonesia dan mengajak masyarakat Indonesia di Abu Dhabi untuk membantu saudara-saudara kita dengan menyisihkan sedikit dari rejeki yang kita terima. Sementara Ustadz Firdaus dalam ceramahnya selain membahas arti Idul Adha bagi umat muslim juga menekankan bahwa keikhlasan berkurban kepada sesama umat atas rangkaian bencana yang terjadi di Wasior, Mentawai dan Merapi sejalan dengan semangat Idul Adha.

 

Panitia akhirnya berhasil menggalang dana sebesar 19.000 Dirham (sekitar 45,5 juta) untuk disumbangkan kepada korban bencana di Indonesia. Tidak hanya itu saja, dari 18 hewan kurban yang diperoleh panitia pada tahun ini, hanya 5 ekor yang dipotong di lingkungan KBRI, sisanya 13 ekor akan dikirimkan ke Yogyakarta untuk meringankan beban korban bencana Merapi.

 

Dalam bagian lain dari sambutannya, Dubes menyambut baik kedatangan Tim Sosialisasi Komodo dan juga kehadiran pembalap muda Indonesia, Rio Hariyanto ke Abu Dhabi untuk menjajal sirkuit mobil Formula One di Yas Island. Rio adalah satu-satunya pembalap Indonesia dan Asia yang diberi kesempatan untuk melakukan “test drive” di ajang paling bergengsi ini. Kedua tamu ini merupakan duta-duta bangsa yang memperkenalkan Indonesia di Uni Emirat Arab yang masyarakatnya selama ini lebih mengenal Indonesia sebagai salah satu negara pengirim pekerja informal terbesar di dunia. Diharapkan kedatangan mereka dapat pelan-pelan mengubah citra Indonesia yang lebih positif.

 

Di akhir acara, sambil menunggu pemotongan hewan korban, masyarakat disuguhi mie bakso komplit dan kue-kue asli Indonesia yang disiapkan oleh ibu-ibu Dharma Wanita.