Charity Bazaar di Abu Dhabi: dari Kuda Lumping sampai Batik

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di tengah suhu udara yang mulai menghangat, KBRI Abu Dhabi bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI dan anggota masyarakat Indonesia di Abu Dhabi menyelenggarakan “Indonesian Charity Bazaar and Cultural Performances” yang kedua kalinya pada 20 Pebruari 2010, dari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore. Berbeda dari tahun lalu, bazaar kali ini lebih beragam, dari variasi makanan, pertunjukan sampai lokakarya batik yang melibatkan warga setempat. Dua makanan favorit, sate dan martabak bahkan ludes diborong sebelum pukul 1 siang. Dua kelompok gamelan anak-anak, tari merak dan jaipongan, tari kuda lumping yang dimainkan oleh 7 orang TKW bermasalah yang saat ini di tampung di KBRI, kulintang yang dipadu dengan angklung serta berbagai makanan khas Indonesia menyemarakan bazaar yang kali ini dihadiri oleh sekitar 1.000 orang.

 

Dubes RI untuk Persatuan Emirat Arab (PEA), M. Wahid Supriyadi, dalam sambutannya menyatakan bahwa sambutan luar biasa terhadap acara ini tahun lalu telah menguatkan keinginannya untuk memasukkan charity bazaar sebagai program tahunan KBRI Abu Dhabi. Ditambahkan, hasil dari bazaar ini sepenuhnya akan disumbangkan kepada 2 yayasan di Indonesia untuk membantu rekonstruksi rumah kayu di Padang dan beasiswa bagi anak-anak PNS golongan I dan II di lingkungan Kemlu. Seusai penutupan bazaar, telah terkumpul uang sekitar Dh. 19.000,- (+ 47 juta).

 

Lokakarya batik Indonesia yang hanya menyediakan 60 tempat duduk, di luar dugaan mendapat respon yang sangat tinggi, termasuk beberapa warga lokal yang mengenakan pakaian khas mereka, kondora. Kali ini, KBRI menghadirkan seorang instruktur dari Batik House Indonesia, Venny Alamsyah, yang dengan sabar menerangkan asal muasal batik dan mengajarkan bagaimana membuat batik. Peserta pun antusias mengikuti arahan instruktur, dari membuat pola sampai pemberian warna dengan peralatan dan bahan-bahan yang dibawa secara khusus dari Jakarta.

 

Kegiatan lokakarya batik tidak saja diselenggarakan selama bazaar, melainkan juga di General Women’s Union (GWU), tanggal 21 Peberuari 2010 yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta anggota GWU, pengusaha wanita setempat dan para siswi dari Zayed University, dan tanggal 22 Pebruari 2010 di sekolah elit khusus putrid, the Sheikh Zayed Private Academy (SZPA). Di sekolah anak-anak untuk kalangan keluarga Sheikh ini, lokakarya batik di luar dugaan mendapat sambutan yang luar biasa. Tampaknya selama ini mereka hanya mengetahui Indonesia karena pembantu mereka umumnya berasal dari Indonesia.

 

Dalam acara yang dipadu dengan promosi pariwisata ini mereka terkejut ternyata Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan keindahan alam yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Beberapa siswi bahkan mengatakan akan mengajak orangtuanya untuk berlibur di Indonesia dan sebagian lagi menyatakan kepada Kepala Sekolah SZPA untuk melakukan study tour ke Indonesia untuk belajar membatik. Menurut Dubes Wahid, selain menekankan perdagangan dan ekonomi, KBRI bertekad untuk terus mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal yang generasi mudanya umumnya tidak mengenal Indonesia kecuali pembantu. Keberhasilan KBRI menghadirkan Kyai Kanjeng setahun lalu serta penampilan tim kesenian KBRI di berbagai acara, sedikit demi sedikit telah merubah kesan negatif warga setempat tentang Indonesia. Acara ini juga diliput oleh harian berbahasa Inggris terbesar, the Gulf News dan 2 surat kabar berbahasa Arab utama, Al Khaleej dan Al Itihad.

 

Keberhasilan KBRI dalam menyelenggarakan acara ini setidaknya telah mendorong beberapa Perwakilan asing di Abu Dhabi untuk melakukan hal yang sama. Bahkan KBRI telah diminta oleh kelompok isteri para Duta Besar Asia (Spouses of Asian Ambassador’s Group) untuk menjadi “host” pada Asian Food Bazaar pada tanggal 13 Maret yang akan datang. Kegiatan Indonesian charity bazaar and cultural performances didukung oleh 2 sponsor utama yaitu Etihad dan Singapore airlines yang memberikan tiket kelas ekonomi Jakarta – Abu Dhabi pp, selain sponsor dari Western Union, Indonesian Trade Promotion Center di Dubai dan CMG Investment, sebuah perusahaan Malaysia yang berkantor di Dubai.