Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Profil Negara dan Kerjasama

Persatuan Emirat Arab

HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA – PEA

 

 

1.  Politik

 

Negara Federasi PEA diproklamirkan pada tanggal 2 Desember 1971. Pemerintah  Indonesia mengakui PEA dan membuka hubungan diplomatik pada tahun 1976. Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dibuka pada tanggal 28 Oktober 1978 dipimpin oleh Kuasa Usaha Sementara. Sejak tanggal 29 Maret 1993, Perwakilan RI di Abu Dhabi ditingkatkan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh. PEA  membuka perwakilannya di Indonesia sejak tanggal 10 Juni 1991 dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh. Disamping KBRI terdapat Konsulat Jenderal RI (dibuka Februari 2003) dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Dubai dalam rangka meningkatkan ekspor komoditi non-migas Indonesia.

Hubungan RI - PEA berkembang dengan baik di bidang politik.   Di bidang politk, PEA selalu mendukung integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia serta banyak mendukung posisi RI khususnya dalam pencalonan RI pada Badan Regional maupun Internasional.  Demikian pula dari intensitas kunjungan kedua Negara.

Kunjungan Pejabat Pemerintahan, lembaga legislative, tokoh masyarakat kedua Negara telah dapat meningkatkan dan memperkuat keinginan untuk menggali potensi kedua pihak sejalan dengan kemajuan sarana hubungan di bidang IPTEK, komunikasi, informasi dan transportasi.

 

2.  Ekonomi

 

PEA menganut sistem ekonomi terbuka. Seiring dengan dibukanya hubungan diplomatik antara kedua negara pada tahun 1976, hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara mengalami perkembangan yang cukup pesat.

PEA merupakan negara tujuan utama ekspor non migas Indonesia ke Timur Tengah. Bagi Indonesia, PEA merupakan mitra dagang non-migas urutan ke 18 pada tahun 2008 dan bagi PEA Indonesia merupakan mitra dagang ke-18.

Sebanyak 169 jenis mata dagang asal Indonesia yang impor PEA dengan pangsa pasar 3,2% dari seluruh impor PEA. Jenis komoditi yang diimpor dari Indonesia antara lain tekstil, mesin, suku cadang pesawat, garment, plywood, produksi kertas, produksi plastik, glassware, produksi kulit (sepatu, tas dll) karet, ban mobil, baterai mobil, peralatan rumah tangga, plastik, sabun, furnitur, alat-alat listrik, eletronik, arang, teh, terigu buah-buahan segar, makanan kaleng dll.

Mata dagangan yang diekspor PEA ke Indonesia antara lain aluminium, produk kimia, produk minyak, buah kurma, katun, kapas, besi, gandum dll.

 

 

Perdagangan Timbal Balik Indonesia – PEA

 

TAHUN

TOTAL PERDAGANGAN

EKSPOR       KE PEA

IMPOR     DARI PEA

SURPLUS INDONESIA

 

 

Dalam US $

 

 

2004

  1.085.040,5

744.622,5

340.418,0

  404.204,5

2005

1.249.374,6

  906.653,7

342.720,8

563.932,9

2006

1.413.396,1

1.068.324,7

345.071,4

723.253,4

2007

1.515.232

1.324.811,4

190.421,0

1.134.390,5

2008

2.181.519,9

1.652.087,4

529.432,5

1.122.655,0

 










 

 

 

Indonesia merupakan negara urutan ke-4 di antara negara-negara ASEAN dalam ekspornya ke PEA.  Negara ASEAN lainnya yang merupakan pesaing dengan komoditi ekspor yang sama adalah Malaysia,  Singapura, dan Thailand.

Sektor kerjasama yang dapat dimanfaatkan oleh kedua Negara dibidang ekonomi  dan perdagangan a.l. sektor migas, sektor transportasi, pelabuhan laut, sektor konstruksi, sektor perdagangan dan sektor jasa lainnya seperti perbankan dan pariwisata.

 

3.  PENERANGAN, SOSIAL DAN  BUDAYA

 

Kerjasama bidang penerangan, sosial dan budaya antara Indonesia-PEA telah terjalin dengan baik. Pada bidang pendidikan, Pemerintah PEA sejak tahun 1995/1996 memberikan beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk bersekolah di Ma'had Al Islami (setingkat SD hingga SMA) di Al Ain. Terdapat 6 orang pelajar Indonesia ( tingkat SMP dan SMA) yang belajar di Ma’had ‘Ilmi Al Islami di Al ‘Ain dan 8 orang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas di PEA, yaitu 7 orang di UAE University dan 1 orang di Universitas Sharjah.

Di bidang sosial, pasca Tsunami Aceh pada akhir tahun 2004, Pemerintah PEA melalui Red Crescent Society, telah memberikan bantuan berupa pembangunan proyek perumahan Emirates Villages di Lampaseh, Aceh sebanyak 469 unit rumah dan proyek perumahan “Sheikh Khalifa City” sebanyak 1033 unit rumah bagi korban bencana tsunami di Aceh. Disamping itu, Pemerintah PEA juga telah memberikan bantuan kepada para korban bencana gempa di Yogyakarta senilai  US$ 4 juta.

 

Pemerintah RI c.q. Departemen Agama RI sejak tahun 1998 ikut serta dalam Lomba Hifdzul Qur’an “Dubai International Holy Qur’an Award” setiap tahun di Dubai. PEA melalui Zayed Foundation juga telah memberikan bantuan kepada IAIN yang sekarang bernama UIN Syarif Hidayatullah sebesar US$ 32.000.

 

Di bidang penerangan, beberapa wartawan PEA dan Indonesia mengadakan kunjungan jurnalistik. Pada tanggal 19 Februari 2001 ditandatangani kesepakatan kerjasama antara Kantor Berita Antara dengan Kantor Berita WAM yang diperbaharui pada tanggal 22 Mei 2005. Masyarakat Indonesia di PEA berjumlah sekitar 72.000 orang (Sumber: Data Statistik Kementerian Dalam Negeri )

 

 



KBRI Abu Dhabi

APEC 2013

VITO MEVisit Indonesia
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan