Deplu   Kementerian Luar Negeri
Republik Indonesia
Kontak Kami BahasaEnglishSearch
Menlu RI: Indonesia Mengharapkan Penyelesaian Secara Damai Isu Nuklir Iran
Friday, 27 January 2006 23:19

“Indonesia mengharapkan proses perundingan mengenai isu nuklir Iran akan berujung pada solusi damai. Karena konsekuensi dari membawa masalah isu nuklir itu ke Dewan Keamanan PBB dipastikan akan memunculkan ketegangan-ketegangan dan bahkan konflik yang tidak akan membantu menyelesaikan masalah pokoknya. Kegagalan penanganan masalah itu akan juga memunculkan masalah-masalah lain yang dapat merugikan masyarakat internasional. Tawaran Rusia kepada Iran untuk melakukan pengayaan uranium di Rusia nampak akan membuka peluang solusi damai”.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda hari ini Jumat, 27 Januari 2006 dalam acara Press Briefing mingguan di ruang Palapa, Departemen Luar Negeri.

Menurut Menlu, pesan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia adalah jelas, yakni agar isu mengenai nuklir Iran dapat diselesaikan melalui dialog dan perundingan dan agar pihak-pihak yang berkepentingan tidak tergesa-gesa membawa persoalan ke Dewan Keamanan PBB. Kepada Iran Indonesia mendorong agar Iran tentunya melakukan kerja sama erat dengan Badan Tenaga Atom Internasional sehingga kecurigaan-kecurigaan yang ada tentang niat Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai tidak perlu ditafsirkan sebagai pengembangan teknologi nuklir ke arah tujuan militer.

Menurut Menlu, Iran menanggapi seruan Indonesia dan secara terbuka menyatakan bahwa Iran akan melakukan semaksimal mungkin proses dialog dengan Rusia, Inggris, Jerman dan Perancis serta memaksimalkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional. Dan sebetulnya instalasi-instalasi nuklir Iran masih berada dalam pengawasan para inspektur dari Badan Tenaga Atom Internasional dan kamera-kamera yang dipasang pada instalasi nuklir tersebut masih aktif. Yang dilakukan oleh Iran bebarapa waktu yang lalu adalah membuka segel instalasi nuklir (Masa) yang berarti Iran sejak saat itu dan sampai sekarang telah melakukan pengayaan uranium.

Penegasan pihak Iran itu diperoleh oleh Menlu setelah mengadakan kunjungan mendadak selama dua belas jam di Iran, serta setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Presiden Iran dan Ketua Tim Perunding Nuklir Iran. Kunjungan Menlu yang diinspirasikan oleh hasil pertemuannya dengan Javier Solana (Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk untuk Kebijakan Keamanan Luar Negeri), memberikan optimisme akan ada titik terang penyelesaian masalah tersebut. Dikemukakan oleh Menlu, “Saya menangkap pesan bahwa Iran akan bersedia menerima tawaran Rusia.” ING

 

 

back
Berita dan AgendaSiaran PersPress BriefingKedutaan / KonsulatPelayanan PublikIsu Isu Aktual • Layanan Lain
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia • Lihat Situs Web