No. 61B/PR/IX/2012/53
Seperti halnya negara-negara Pasifik, Indonesia menekankan pentingnya kerjasama di bidang kelautan sebagai bagian dari upaya memajukan pembangunan berkelanjutan serta ketahanan pangan. Dalam kaitan ini Indonesia mengajak negara-negara Pasifik untuk bersama-sama mengembangkan berbagai peluang di bidang kelautan.
Dalam upaya pemanfaatan dan konservasi kelautan serta pembangunan berkelanjutan dengan memperhitungkan adanya tantangan climate change, Indonesia memandang penting peningkatan pengembangan kapasitas dengan negara-negara di Pasifik. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) pada Pertemuan ke-24 PIF-Post Forum Dialogue yang berlangsung di Rarotonga, Cook Islands pada 31 Agustus 2012.
Pertemuan ke-24 PIF-PFD yang kali ini juga dihadiri oleh Menlu AS Hillary Clinton, telah berhasil mengangkat profil pertemuan PIF pada tingkat dunia, hal ini terlihat dari liputan media yang cukup banyak. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) mewakili Menlu RI sebagai Ketua Delri dan didampingi oleh Dubes RI untuk Fiji.
Pertemuan negara-negara Pasifik yang tergabung dalam PIF dengan negara-negara mitra wicara ini membahas dua isu tematik yaitu: Large Ocean Island States – the Pacific Challenge yang mencakup isu-isu perikanan, upaya-upaya konservasi laut, pengembangan eksplorasi laut dalam; serta Enhancing Development Cooperation yang mencakup kerja sama pembangunan di kawasan, mutual accountability melalui dialog yang inklusif dan reguler, dan climate change financing melalui transparansi dan penggunaan sistem nasional. Tema kelautan pada pertemuan PIF ini merupakan bentuk tanggung-jawab negara-negara Pasifik terhadap kekayaan laut dan potensinya bagi masa depan kawasan Pasifik.
Pacific Islands Forum (PIF) didirikan pada tahun 1971 dengan nama awal South Pacific Forum (SPF). Anggota PIF meliputi 16 negara yaitu: Australia, Cook Islands, Federated States of Micronesia, Fiji (dibekukan sejak 2009), Kiribati, Nauru, New Zealand, Niue, Palau, PNG, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu dari 14 mitra wicara PIF sejak 2001.