Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Siaran Pers

Masa Depan Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Konferensi Wilton Park

Selasa, 11 September 2012

No. 062/PR/IX/2012/53

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris Raya untuk Indonesia untuk pertama kalinya di Jakarta akan mengadakan Wilton Park Conference on Indonesia (WPC on Indonesia) dengan tema “Indonesia’s economic development: contributing to a sustainable growth pattern” pada tanggal 11-13 September 2012. Konferensi ini bertujuan mendiskusikan isu ekonomi hijau dan pertumbuhan berkelanjutan serta insentif ekonomi bagi kebijakan pertumbuhan berkelanjutan, dengan tetap mengacu pada aturan ‘Chatham House Rule’ yang dilakukan dalam sesi yang tertutup.

Sekitar 25 pembicara pakar akan hadir di konferensi ini untuk mempresentasikan gagasan, ide, dan pemahamannya mengenai kurang lebih 11 topik diskusi. Diantara pembicara dan peserta tersebut hadir sejumlah kalangan yang cukup terpandang di Indonesia, diantaranya yaitu Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Gubernur Kalimantan Tengah, Direktur Utama BNI, Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim, Utusan Khusus Presiden untuk Tujuan Pembangunan Milenium, Anggota DPR, dan sejumlah Duta Besar.

Selain itu, Menteri Luar Negeri RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa, juga akan hadir dalam konferensi ini untuk menyampaikan presentasi khusus terkait dengan tema yang diangkat dan peran Indonesia di dalam masalah lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pemanfaatan energi, khususnya di tataran diplomasi global.
 
Kemlu menyambut baik inisiatif penyelenggaraan konferensi ini di Indonesia dan memandang bahwa konferensi ini memiliki makna penting karena akan memperkaya kajian-kajian Kemlu, khususnya untuk isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pemanfaatan energi. Diangkatnya diskusi mengenai hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut akan menjadi perhatian utama para pelaku diplomasi global di masa mendatang yang dapat mempengaruhi pola hubungan antar berbagai aktor di dunia internasional dan pola pembangunan ekonomi global. Oleh karenanya, Indonesia harus dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam hal pembangunan ekonomi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Hasil konferensi ini diharapkan juga dapat meningkatkan kerjasama Indonesia dan Inggris dalam tataran diplomasi global.

Bagi Wilton Park, tema yang diangkat tidak terlepas dari gerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup mengagumkan di dunia internasional. Namun demikian, perlu dilihat bagaimana Indonesia memahami arti penting pertumbuhan berkelanjutan untuk meningkatkan kemakmuran secara merata dan menjaga tingkat penggunaan karbon yang rendah demi kelestarian lingkungan hidup. Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk mencapai target ambisius berupa penurunan emisi karbon pada tahun 2020 hingga mencapai antara 26% hingga 41%.

Hal ini tercermin dalam pernyataan yang pernah disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wilton Park, Richard Burge, “Sebagai Direktur Eksekutif Wilton Park, saya sangat senang dapat mengambil bagian dalam konferensi pertama kami di Indonesia, yang akan mengkaji isu penting mengenai bagaimana Indonesia dapat mempromosikan pertumbuhan berkelanjutan. Saya sangat menantikan partisipasi saya dalam diskusi dengan berbagai pakar Indonesia dan internasional dalam konferensi ini, untuk mengeksplorasi kebijakan yang mungkin dilakukan bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi Indonesia dengan tingkat penggunaan karbon yang rendah. Jika kebijakan ini dapat diterapkan, maka posisi dan pengaruh Indonesia di tingkat global akan meningkat”.

Kemlu c.q. Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) dan Wilton Park sepakat untuk melanjutkan kerjasama penyelenggaraan konferensi semacam ini untuk tahun-tahun mendatang yang diharapkan dapat mendiskusikan sejumlah luas isu-isu internasional. Kesepakatan keduanya dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman Kerjasama BPPK dan Wilton Park mengenai Kemitraan dalam Penyelenggaraan Kegiatan Diskusi Internasional, yang akan ditandatangani oleh Kepala BPPK, Dubes Pitono Purnomo, dan Direktur Eksekutif Wilton Park, Richard Burge, pada saat dimulainya penyelenggaraan konferensi ini tanggal 11 September 2012. Peran Wilton Park yang diakui oleh komunitas internasional dalam membahas berbagai isu global dan menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan terhadap pemecahan masalah global diharapkan dapat berkontribusi positif bagi upaya BPPK dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan luar negeri Indonesia yang mendukung diplomasi Indonesia dalam berbagai isu global.

Konferensi Wilton Park merupakan salah satu dari sejumlah konferensi yang rutin dilakukan oleh Wilton Park sebagai lembaga kajian politik dan hubungan luar negeri di Inggris, yang pembentukannya digagas oleh PM Inggris pada jaman Perang Dunia ke-2, Winston Churchill, dengan tujuan untuk membangun perdamaian dan demokrasi di Eropa setelah perang.

WPC on Indonesia sebelumnya pernah diadakan pada tahun 2008 dan 2010 di Inggris dengan mengangkat tema “Indonesia: political and economic prospects” dan “Indonesia: what role as a contemporary global actor?”. Kedua konferensi tersebut pernah menghadirkan Menlu RI Marty Natalegawa dan Anggota Wantimpres N. Hassan Wirajuda sebagai pembicara kunci. (sumber: BPPK)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan