No. 057/PR/VI/2012/53
Telah dibuka (27/6) pertemuan ketiga Negara-Negara Sepaham (Like-Minded Countries Meeting/LMCM) yang berlangsung di Bali. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan 16 negara-negara sepaham yaitu Aljazair, Brunei Darussalam, Kolombia, Mesir, India, Indonesia, Jamaica, Lebanon, Malaysia, Namibia, Pakistan, Peru, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, dan Viet Nam, serta perwakilan sekretariat WIPO dan South Centre. Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Duta Besar Linggawaty Hakim.
Pada pidato pembukaan Duta Besar Linggawaty Hakim menyampaikan informasi seputar perkembangan perundingan Perlindungan Sumber Daya Genetika, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDGPTEBT) dalam kerangka Intergovernmental Commitee on Intellectual Property and Genetic Resources, Traditional Knowledge, Traditonal Cultural Expressions/Folklore (IGC-GRTKF) yang telah menghasilkan consolidated working documents berbentuk teks hasil pertemuan IGC-GRTKF sesi ke-20 dan ke-21. Selanjutnya Duta Besar juga menyampaikan perkembangan penyelenggaraan LMCM Pertama sampai Ketiga.
Pertemuan LMCM Pertama telah berhasil menyatukan pandangan dan posisi Negara-Negara Sepaham (LMCs) yang dilanjutkan dengan LMCM Kedua yang menghasilkan draft text SDGPTEBT melalui Bali Recommendation. Draft text tersebut telah disahkan oleh IGC-GRTKF menjadi salah satu Working Documents WIPO. Capaian positif serupa hendak diraih kembali melalui penyelenggaraan LMCM Ketiga yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri pada 27-29 Juni 2012. Secara khusus tujuan penyelenggaraan LMCM Ketiga adalah untuk membahas hasil pertemuan IGC-GRTKF sesi ke-20 dan ke-21, mengkonsolidasi posisi menghadapi IGC ke-22 dan General Assembly WIPO 2012, menyiapkan way forward bagi perundingan IGC-GRTKF.
Pertemuan LMCM Ketiga akan terbagi ke dalam Kelompok-kelompok Kerja Khusus untuk membahas apa yang menjadi tujuan penyelenggaraan yang akan difasilitasi oleh Wakil dari masing-masing Negara-Negara Sepaham. Untuk kelompok kerja Genetic Resources diketuai oleh Indonesia, kelompok kerja Traditional Knowledge diketuai oleh India, kelompok kerja Traditional Culture Expression diketuai oleh Thailand dan kelompok kerja Way Forward diketuai oleh Aljazair. (sumber: Dit. Perj Ekososbud)