Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Siaran Pers

Inisiasi Pembahasan Sustainable Development Goals (SDGS) di Tingkat Nasional, Yogyakarta, 12-13 Maret 2012

Kamis, 15 Maret 2012

No 023/PR/III/2012/53
 
Pada tanggal 12-13 Maret 2012, Lokakarya Nasional “Sustainable Development Goals (SDGs): Indikator Pembangunan Global Pasca-2015?” telah dilaksanakan di Yogyakarta dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Multilateral c.q. Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup.
 
Lokakarya pertama di tingkat nasional yang membahas secara khusus isu SDGs ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta dan menghadirkan Ibu Erna Witoelar, selaku Duta Besar PBB untuk Millennium Development Goals (MDGs) di Asia Pasifik, dan Ibu Nila F. A. Moeloek, selaku Utusan Khusus Presiden RI di bidang MDGs, beserta para pakar pembangunan berkelanjutan lainnya sebagai pembicara.

Lokakarya ini dibuka oleh Acting Direktur Jenderal Multilateral yang menyampaikan perkembangan terakhir pembahasan isu SDGs menjelang pelaksanaan KTT Pembangunan Berkelanjutan PBB (KTT Rio+20) di Rio de Janeiro pada 20-22 Juni 2012.
 
Disampaikan bahwa pembahasan isu ini menjadi semakin hangat dengan adanya indikasi bahwa pembahasan atas kedua tema besar KTT Rio+20, yaitu green economy dan kerangka kelembagaan pembangunan berkelanjutan, sulit untuk mencapai konsensus.

Melihat ke belakang, kebutuhan global untuk menciptakan suatu indikator pembangunan berkelanjutan telah dicetuskan sejak akhir 1980-an. Namun sampai saat ini, definisi dari indikator pembangunan berkelanjutan yang dapat berlaku umum ataupun yang disetujui oleh komunitas internasional masih belum dapat ditetapkan.
 
Pembahasan isu SDGs menjelang KTT Rio+20 diharapkan dapat memperoleh momentum politis tertinggi sehingga komunitas internasional setidaknya bisa satu suara mengenai pentingnya SDGs sebagai bagian dan pelengkap proses review implementasi Millennium Development Goals (MDGs).
 
SDGs juga diharapkan dapat disepakati sebagai bagian dari agenda pembangunan global pasca-2015 dan dapat pula mengidentifikasi kesenjangan (gap) implementasi berbagai perangkat global untuk pembangunan berkelanjutan, seperti Rio Principles, Agenda 21 dan Johannesburg Plan of Implementation (JPoI).

Hari pertama lokakarya diisi oleh 3 presentasi para pakar pembangunan berkelanjutan dari kalangan akademisi, pemerintah pusat, maupun lembaga swadaya masyarakat dengan diikuti oleh sesi diskusi selanjutnya. Ketiga presentasi tersebut ditujukan untuk memberikan paparan mengenai pentingnya integrasi ketiga pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu pilar pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan dalam kebijakan dan implementasi pembangunan nasional.

Di hari kedua lokakarya, para peserta terlibat secara aktif berdiskusi dalam informal roundtable guna menjaring input konkrit bagi posisi Pemri atas proses dan bentuk/cakupan SDGs. Dari segi proses, diskusi memandang penting jalannya pembahasan SDGs di tingkat pemerintah untuk menjamin inklusivitas isu maupun di dalam suatu expert panel yang dapat mengakselerasi pembahasan. Sementara dari segi bentuk/cakupan, terdapat kesamaan pandangan mengenai pentingnya SDGs untuk melengkapi MDGs dan berlakunya SDGs bagi semua negara dengan mempertimbangkan kondisi dan prioritas nasional masing-masing negara. Untuk selanjutnya, hasil lokakarya diharapkan dapat membantu perumusan posisi Pemri dalam KTT Rio +20.

Lokakarya yang melibatkan beragam pemangku kepentingan ini diharapkan dapat berlangsung secara kontinu guna menjamin keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam pembahasan isu-isu pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan sense of ownership dari masyarakat atas implementasi pembangunan berkelanjutan.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang Konferensi Rio +20 silahkan mengklik website Sekretariat Rio +20 di : http://www.uncsd2012.org/rio20/
 
Yogyakarta, 13 Maret 2012





AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan