Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Terkini

Abad Baru Perdagangan dan Pembangunan di Forum Multilateral

Senin, 16 Desember 2013

​United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) akan memasuki usianya yang ke-50 di tahun 2014. Di usianya yang ke-50, UNCTAD diharapkan dapat memberikan kontribusi yang kritis, konstruktif, dan komprehensif dalam evaluasi terhadap sistem perdagangan multilateral, serta masukan terhadap pencapaian tujuan pembangunan milenium.

Terlebih lagi saat ini guliran proses perundingan di World Trade Organization (WTO) memasuki tahapan negosiasi lanjutan pasca Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Ke-9.

Menangkap momentum tersebut, Direktorat Perdagangan, Perindustrian, Investasi, dan HKI (PPIH) bekerjasama dengan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) – Universitas Gadjah Mada telah menyelenggarakan Seminar Sinergi Peranan UNCTAD dalam Perundingan WTO dan Upaya Pencapaian Target Millenium Development Goals (MDGs) di Yogyakarta (12-13/12).

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta dari kalangan kementerian/lembaga terkait, akademisi, serta pengusaha, bertujuan untuk menjaring pandangan dan masukan dari para pemangku kepentingan terhadap penyelenggaraan diplomasi ekonomi dalam kerangka UNCTAD, WTO dan post-MDGs 2015.

Membuka kegiatan Seminar tersebut, Direktur Jenderal Multilateral, Dubes Hasan Kleib, antara lain menyampaikan bahwa postur ekonomi Indonesia merupakan modal kuat bagi mesin diplomasi ekonomi luar negeri.

"Indonesia dapat bangkit dengan diplomasi ekonomi yang kuat, yang akan semakin membawa kemakmuran, dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia".
 
Seminar menghadirkan pembicara dari lintas kementerian, think tank, dan akademisi, dimaksudkan sebagai wahana dialog agar diplomasi dapat sejalan dan bersinergi dengan kepentingan nasional di bawah topik-topik hangat seputar isu perdagangan dan pembangunan di forum multilateral.

Pembicara dari lintas kementerian antara lain menyampaikan paparan mengenai hasil-hasil KTM WTO ke-9 dan kepentingan Indonesia, UNCTAD untuk Reformasi Sistem Perdagangan dan dalam Agenda Pembangunan Global.

Seminar juga menghadirkan para pembicara dari LIPI dan PSPD dengan topik-topik diplomasi ekonomi seperti babak baru peran Indonesia pasca KTM ke-9 WTO, serta keterkaitan UNCTAD, MDGs, dan perdagangan internasional. 

Dalam seminar tersebut, seluruh pembicara sepakat bahwa Indonesia perlu bersiap menyongsong abad baru pembahasan isu perdagangan dan pembangunan di forum multilateral setelah disepakatinya Paket Bali di KTM WTO dan dengan peringatan ke-50 tahun UNCTAD ke-50.

UNCTAD dipandang akan menempatkan isu-isu perdagangan di pusat perdebatan isu pembangunan dan menjadi agenda utama pembangunan ekonomi. (Sumber: Dit. PPIH)






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Tabloid DiplomasiPidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidBuletin Komunitas ASEANDiplomasi Indonesia 2013
Komisi Pemilihan Umum ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh Pemda
Perpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEANQuAs edisi 4BSBI 2014
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan