Direktorat Perdagangan, Perindustrian, Investasi dan Hak Kekayaan Intelektual (Dit. PPIH), Direktorat Jenderal Multilateral telah menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema “Diplomasi Multilateral di bidang Ketahanan Pangan dan Nutrisi: Langkah ke Depan” di Jakarta (29/8).
Seminar membahas berbagai isu seputar diplomasi multilateral Indonesia di bidang ketahanan pangan dan nutrisi, melakukan sosialisasi atas perkembangan terkini pembahasan isu Ketahanan Pangan dan Nutrisi di FAO, serta untuk mendapatkan berbagai masukan substansi dari para pakar, pelaku perumus kebijakan dan kalangan swasta.
“Ketahanan pangan dan peningkatan produksi pangan nasional merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah RI” ujar Presiden RI pada pelantikan Menteri-Menteri dan Wakil Menteri pada bulan Oktober 2011 lalu.
Selain itu, ketahanan pangan juga menempati posisi yang penting dalam diplomasi Indonesia, yang terefleksikan dari inisiatif Presiden RI terhadap disetujuinya resolusi mengenai Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan pada SMU PBB ke-63 tahun 2008 (resolusi 63/235), SMU PBB ke-64 tahun 2009 (resolusi 64/224), dan SMU PBB ke-65 tahun 2010 (resolusi 65/178).
Seminar yang dibuka oleh Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya serta FAO Senior Special Adviser, Mr. Changchuilte mengadakan berbagai program baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang dalam mengatasi kerawanan pangan global yang telah diusulkan beberapa negara, termasuk Indonesia.
Beberapa program yang diusulkan antara lain mencakup pembentukan cadangan pangan darurat, sumber pendanaan baru, promosi investasi produktif di bidang pertanian, pemberdayaan perempuan, masyarakat pedesaan, serta petani kecil dan menengah, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas.
Seminar yang menampilkan delapan orang pembicara, yaitu Ade Petranto, Direktur Perdagangan, Perindustrian, Investasi dan Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri, Priyo Iswanto, KUAI KBRI Roma, Mr. Kostas G. Stamoulis, Director of the Agricultural Development Economics Division in FAO Headquarters and Secretary of the Committee on World Food Security FAO, Mr. Mustafa Imir, FAO Representative Indonesia, Prof. Achmad Suryana, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Stefanus Indrayana, General Manager Corporate Communications Indofood Sukses Makmur, Prof. Purwiyatno Haryadi, Guru Besar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, dan Prof Roy Sembel, Presiden Direktur PT. Bursa Berjangka Jakarta, telah mencatat masukan-masukan dan membahas perkembangan terkini upaya dunia internasional di bidang Global Food Security and Nutrition.
Selanjutnya, masukan-masukan dari FAO dan pemangku kepentingan nasional seperti Pemerintah, kalangan akademisi dan pelaku usaha akan menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan luar negeri dan diplomasi di bidang ketahanan pangan dan nutrisi. (sumber: Ditjen Multilateral)