Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Terkini

Sharing Ideas and Experiences Untuk Tingkatkan Kualitas Pimpinan Perwakilan di Masa Depan

Kamis, 28 Juni 2012

“Forum debriefing sangat diharapkan bukan hanya sekedar presentasi para Duta Besar tapi lebih merupakan wujud pertanggungjawaban publik para Duta Besar yang telah menyelesaikan masa tugasnya dan sekaligus merupakan salah satu bahan dasar penyusunan kertas kerja para Kepala Perwakilan RI periode berikutnya”, demikian disampaikan oleh Kepala BPPK, Duta Besar Pitono Purnomo, dalam pembukaan forum debriefing yang diselenggarakan oleh Sekretariat BPPK pada tanggal 28 Juni 2012 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Forum yang dihadiri oleh 125 peserta aktif termasuk anggota Komisi I DPR RI menghadirkan pembicara Bapak Mohamad Oemar, Duta Besar LBBP RI untuk Republik Italia Merangkap Republik Malta, Republik Siprus, FAO, IFAD, WFP dan UNIDROIT (Periode 2009-2011) dan Bapak Da’i Bachtiar, Duta Besar LBBP RI untuk Malaysia (Periode 2008-2011) yang dimoderatori oleh Duta Besar Adian Silalahi.

Dalam paparannya, Dubes Oemar menyampaikan bahwa Italia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Indonesia karena teladan Indonesia dalam hal coexistence berbagai etnis. Karena itu, keberhasilan Indonesia menjadi co-host “High Level Conference on Indonesia: The Culture of Coexistence” pada tahun 2009 adalah capaian yang patut dibanggakan, tuturnya.

Beliau menambahkan, “Sepanjang 62 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Italia, tidak ada masalah politik yang mengganggu bahkan Indonesia berhasil meyakinkan pemerintah Italia untuk membentuk ASEAN-Rome Committee 2011 meskipun Singapura dan Laos tidak memiliki perwakilan di Italia”.

Pada sesi berikutnya, Dubes Da’i Bachtiar selain menyampaikan paparannya juga menyerahkan 3 buah buku mengenai perjuangan beliau selama penugasan sebagai Duta Besar di Malaysia. 

“Ada 3 masalah yang cukup menonjol dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia, yaitu masalah perbatasan darat dan laut, masalah sosial budaya, dan masalah perlindungan TKI”, paparnya.

Menurut beliau, moratorium Indonesia – Malaysia kurang persiapan sehingga menimbulkan dilemma, salah satunya yaitu kurangnya lapangan kerja di Indonesia sehingga TKI pergi ke Malaysia dengan paspor bukan paspor kerja atau dengan cara illegal.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan forum seperti ini, Ir. Muhammad Najib, MSc., anggota Komisi I DPR RI, menyarankan agar forum ini dapat menghadirkan elemen masyarakat yang lebih luas lagi sehingga forum debriefing ini tidak hanya menjadi wadah share of experience tapi juga menjadi sarana share of ideas yang pada gilirannya dapat menciptakan bukan sekedar ambassador as usual tapi diplomat yang extraordinary, yang aktif dan kreatif. (Sumber : BPPK) 

 








AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan