Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawadi, menyarankan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia sehingga menjadi modal untuk meningkatkan daya saing dan menangkap peluang-peluang yang ditawarkan dari proses pembentukan Komunitas ASEAN 2015.
Hal tersebut disampaikan dalam paparannya pada kegiatan Sosialisasi Kerja Sama ASEAN dengan tema “Menuju Pembentukan Komunitas ASEAN 2015” di Jambi, (29/06) yang diselenggarakan oleh Ditjen Kerja Sama ASEAN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi.
Dipaparkan lebih lanjut oleh Edy Putra Irawadi bahwa dengan integrasi ASEAN Jambi perlu menggunakan core competence-nya untuk mendapatkan manfaat dari kerja sama ASEAN. Jambi terdiri dari berbagai suku yang senang berniaga sehingga dapat diimplementasikan misalnya dalam bentuk kawasan niaga ASEAN.
“Kelihaian orang Jambi itu perlu digunakan misalnya dengan menjadikan Jambi sebagai hub penjualan produk-produk dari wilayah sekitar ke negara-negara ASEAN dan sebaliknya”, demikian dijelaskan Edy.
Untuk itu, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting karena potensi SDM yang ada di Indonesia dimana dari 240 juta penduduk, 60% diantaranya berada di usia produktif. Jambi sudah seharusnya mengembangkan pendidikan berbasis pada kompetensi yang berfokus pada potensi-potensi lokal.
Hadir pula sebagai pembicara pada kegiatan ini Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN Kemlu, Foster Gultom, yang memaparkan proses transformasi ASEAN, langkah-langkah menuju komunitas ASEAN 2015, serta peranan daerah dalam pembentukan komunitas ASEAN.
Sekretaris Ditjen KSA menyebutkan empat hal penting untuk menjadi perhatian bagi daerah yaitu regulasi yang perlu disinergikan antara pusat dan daerah termasuk diantaranya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, penguatan kapasitas kelembagaan antara lain terkait pelayan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta infrastruktur.
Pada sesi diskusi mengemuka pentingnya hilirisasi yaitu upaya mengembangkan industri hilir agar dapat memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam yang dimiliki oleh Jambi. Namun kendala utama yang dihadapi adalah minimnya investasi pada industri hilir.
Menurut Foster, meskipun telah menjadi kebijakan suatu negara untuk mengutamakan investor lokal, namun tidak dapat dihindari adanya kebutuhan untuk menarik investor asing.
Untuk itu, Kemlu bersama perwakilan RI di luar negeri senantiasa berupaya untuk mempromosikan investasi di Indonesia. Upaya tersebut perlu didukung dengan daya tarik daerah seperti infrastruktur yang layak dan memadai. Pada tingkat pusat dan ASEAN telah terdapat Masterplan Percepatan dn Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC), pada tingkat daerah perlu upaya aktif untuk membangun sarana dan prasarana yang memadai bagi dunia usaha.
Konektivitas merupakan kunci dalam upaya menumbuhkan pusat-pusat ekonomi di berbagai kawasan di Indonesia. Memperkuat yang telah dikemukakan Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Foster juga menyampaikan bahwa selain infrastruktur fisik, tidak kalah pentingnya memperkuat infrastruktur sosial dimana diantaranya adalah pendidikan sumber daya manusia.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan program Ditjen Kerja Sama ASEAN dalam rangka pemasyarakatan ASEAN sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai kerja sama ASEAN dan pada gilirannya diharapkan dapat mendorong partisipasi dan kontribusi mereka sehingga ASEAN sebagai people centered dan people oriented organization dapat terwujud.
Selain dilakukan di Pemda Jambi, pada saat yang sama dilakukan pula sosialisasi “Pembentukan Komunitas ASEAN 2015” di SMU 6 Jambi yang diikuti oleh wakil-wakil dari 19 sekolah menengah atas di kota Jambi. (Ditjen KSA)