Sebagai salah satu program Sosialisasi ASEAN, 150 guru se-Kota Surakarta mengikuti dengan antusias kegiatan “Seminar Sosialisasi Perkembangan ASEAN untuk Guru-guru Sekolah Menengah se-Kota Surakarta” yang diselenggarakan di Hotel Novotel Surakarta (25/05).
Seminar yang merupakan kerjasama antara Ditjen Kerja Sama ASEAN dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kota Surakarta ini, bertujuan untuk meningkatkan ASEAN Awareness di kalangan masyarakat Indonesia guna menyambut Komunitas ASEAN 2015.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Drs. Sulardi, M.Pd, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Surakarta, menyampaikan bahwa langkah untuk mensosialisasikan perkembangan ASEAN kepada para guru dinilai paling efektif.
“Guru memiliki peranan penting dalam mensosialisasikan ASEAN secara luas dan komprehensif kepada siswa didik dan masyarakat”, ujar Sulardi.
Kepada para Guru, tuturnya, diharapkan agar pengetahuan mengenai ASEAN diteruskan kepada para murid di Surakarta, dan agar acara sosialisasi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Para guru terlihat aktif dalam mengikuti diskusi dan mengajukaan sejumlah harapan, antara lain, keinginan agar dapat diadakan pertukaran guru dengan negara-negara ASEAN lainnya, khususnya guru-guru sekolah menengah di bidang ilmu sosial.
Suasana sosialisasi, khususnya sesi pemaparan yang disampaikan oleh Pejabat Fungsional Ditjen Kerja Sama ASEAN dan Kepala Sub-Divisi Regional dan Multilateral Biro Perencanaan dan Kerjasama Internasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bertambah meriah karena para guru memakai pakaian tradisional yang merupakan seragam yang dikenakan tiap hari Jumat.
Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat di kalangan para Guru Surakarta, tetapi juga di kalangan 100 siswa SMA/SMK se-Kota Surakarta yang berpartisipasi dalam ASEAN Goes to School yang akan berlangsung hari berikutnya (26/05) di SMA Negeri 4 Surakarta.
Para siswa terlihat bersemangat mendengarkan paparan yang disampaikan oleh staf Direktorat Kerjasama Fungsional ASEAN.
Dalam sesi tanya jawab para siswa dengan aktif menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Mereka mengakui bahwa informasi yang didapatkan melalui kegiatan ini menambah pengetahuan dasar tentang ASEAN yang mereka peroleh di bangku sekolah.
Bahkan sampai dengan acara berakhir, antusiasme tersebut masih tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para nara sumber. (Sumber: Dit. KFA/Ed. PY)