Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Terkini

Kerja Sama Pendidikan Tingkatkan Profil RI di Amerika Selatan dan Karibia

Jumat, 25 Mei 2012

Meningkatkan kerja sama pendidikan merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mempererat hubungan dengan kawasan Amerika Selatan dan Karibia. Demikian salah satu hal yang disampaikan oleh Direktur Amerika Selatan dan Karibia, Musthofa Taufik Abdul Latif, dalam sambutan pembukaan Roundtable Discussion mengenai “Peningkatan Kerja Sama Pendidikan antara Indonesia dengan Negara-negara di Kawasan Amerika Selatan dan Karibia” yang dilaksanakan di Yogyakarta, 24 Mei 2012.
 
"Kerja sama pendidikan akan mendorong pembangunan sumber daya manusia, mendorong people to people contact dan merupakan implementasi dari Kerjasama Selatan-selatan," lanjut Musthofa.
 
Roundtable discussion tersebut diselenggarakan guna menyediakan forum tukar pandangan untuk peningkatan kerja sama pendidikan dengan negara-negara Amerika Selatan dan Karibia. Prof. Dr. Pratikno, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga Rektor terpilih UGM untuk periode tahun 2012-2016 turut hadir dan memberikan kata sambutan pada forum ini.
 
Diskusi tersebut menghadirkan pembicara yaitu Prof. Kacung Marijan, Ph.D, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI; Dr. Rachmat Sriwijaya, Asisten Wakil Rektor Senior Bidang Kerjasama dan Pengembangan UGM; dan Aries Asriadi, Kepala Sub Direktorat Sosial Budaya Direktorat Amselkar Kemlu. Bertindak sebagai moderator, Atin Prabandari, S.IP, MA, staf pengajar kuliah Seminar Amerika Latin pada jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM. 
 
Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Argentina, Kuba, dan Peru serta Sekretaris I Kedutaan Besar Ekuador di Jakarta hadir dan memberikan paparan mengenai sistem pendidikan di negara masing-masing serta potensi kerja sama pendidikan dengan Indonesia.
 
Diskusi dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Kerjasama dan Penanaman Modal Provinsi DIY; perwakilan dari sejumlah Universitas di Yogyakarta dan sekitarnya di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Indonesia.
 
Dalam sesi diskusi para peserta menilai bahwa terdapat peluang besar untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara di Amerika Selatan dan Karibia. Negara-negara Amerika Selatan dan Karibia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir serta dapat menjadi pasar bagi produk Indonesia dan sumber investasi asing.
 
Namun demikian, disadari bahwa terdapat keterbatasan informasi mengenai negara-negara Amerika Selatan dan Karibia sehingga kerja sama belum dapat dikembangkan secara maksimal. Masyarakat Indonesia pada umumnya hanya mengenal Amerika Selatan dan Karibia dari sudut pandang olah raga sepakbola, film, musik dan tarian.
 
Sudah saatnya hubungan baik ini ditingkatkan dan diwujudkan ke dalam kerja sama yang nyata dan lebih bermanfaat di antaranya melalui kerja sama pendidikan.
 
Pelaksanaan kerja sama pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat pada pembentukan saling pengertian, peningkatan profil Indonesia di kawasan Amselkar dan sebaliknya, yang selanjutnya dapat diarahkan pula kepada peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara kawasan Amselkar.
 
Bentuk-bentuk nyata kerja sama pendidikan yang dapat dilaksanakan antara lain pertukaran pelajar dan pengajar, pembentukan university network, pelaksanaan riset dan publikasi bersama, pembentukan pusat studi Indonesia di negara-negara Amselkar dan sebaliknya, pembentukan studi mengenai riset pasar kawasan.
 
Pemerintah kedua negara diharapkan dapat menerapkan kebijakan yang dapat mendukung pelaksanaan kerja sama pendidikan tersebut terutama kebijakan yang terkait pertukaran pelajar termasuk dalam hal pemberian izin tinggal bagi pelajar asing. Para Duta Besar dan perwakilan Kedutaan Besar negara Amerika Selatan dan Karibia menyampaikan komitmen untuk memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama pendidikan.
 
Diskusi telah berjalan baik dengan partisipasi aktif peserta. Terlihat adanya keinginan dari berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan interaksi dengan negara-negara kawasan Amerika Selatan dan Karibia di berbagai bidang termasuk pendidikan meskipun disadari bahwa terdapat tantangan teknis yang dihadapi seperti letak geografi serta masalah bahasa dan budaya dalam pelaksanaan berbagai kerja sama tersebut.
 
Diharapkan agar berbagai usulan kerja sama yang muncul pada diskusi hari ini dapat ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. (Dit. Amselkar)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan