Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Terkini

Daya Saing Masyarakat, Kunci Keberhasilan Masuki Komunitas ASEAN 2015

Senin, 14 Mei 2012

<KENOX S860  / Samsung S860>

Dukungan dan kebanggan terhadap produk dalam negeri merupakan kunci keberhasilan Indonesia dalam memasuki era Komunitas ASEAN 2015. Demikian disampaikan oleh Foster Gultom, mewakili Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN pada seminar nasional bekerjasama di Universitas Kanjuruhan (IKIP PGRI) Malang (Unikama) siang ini (14/05/2012).

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia ke depan adalah pesatnya globalisasi, liberalisasi arus barang dan jasa antara ASEAN dengan negara-negara Mitra Wicara, serta perkembangan arsitektur regional yang terus berkembang (evolving regional architecture).

“Untuk itu, daya saing masyarakat Indonesia harus ditingkatkan dan dukungan terhadap produksi dalam negeri merupakan faktor penting bagi Indonesia untuk memasuki era Komunitas ASEAN 2015”, imbuh Foster.

Dalam keynote speech-nya, Foster juga menyampaikan bahwa ASEAN telah bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang “rules-based” dengan “legal personality” serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Foster turut memaparkan tantangan yang dihadapi oleh ASEAN, khususnya di bidang ekonomi perdagangan.

Seminar Nasional yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Kanjuruhan Malang Dr. Hadi Sriwiyana, MM diikuti dengan sesi diskusi yang turut menghadirkan Duta Besar Iwan Wiranataatmadja, Dekan Fakultas Hukum Unikama Dr. Didik Sukriono, Direktur Sekdilu, Kemlu Dr. Ben Perkasa Drajat, dan Ketua Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus Surabaya Dr. Endang Prasetyawati.

Pada kesempatan diskusi, Duta Besar Iwan Wiranataatmadja memaparkan perkembangan kerja sama ASEAN menuju Komunitas ASEAN 2015 dan implikasinya bagi Indonesia, termasuk peran Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011.

Dubes Iwan juga menyoroti tentang perkembangan upaya mewujudkan Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ), perkembangan masalah Laut China Selatan, dan keberadaan East Asia Summit.

Selanjutnya, menyoroti urgensi pembelajaran perspektif global menuju Komunitas ASEAN 2015, Dr. Didik Sukriono memaparkan tiga pilar globalisasi yaitu open competition, interdependency, dan competitiveness.

Aktualisasi nilai-nilai kebangsaan serta jati diri bangsa, dan memperluas makna pemahaman kebangsaan adalah nilai krusial bagi pembentukan karakter SDM Indonesia”, pungkasnya.

Dalam hal ini, peran dan fungsi lembaga pendidikan Indonesia adalah membentuk
insan yang berbudaya, mempunyai sikap hidup dan tanggung-jawab global, serta mampu berpikir global dan bertindak lokal (think globally and act locally).

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri Ben Perkasa Drajat, dalam presentasinya bertema “Peningkatan Kerjasama Ekonomi ASEAN dan Kesiapan Dunia Usaha Indonesia pada sesi diskusi siang hari.

Mengulas tentang upaya untuk mewujudkan komunitas ASEAN 2015, melalui peningkatan daya saing kawasan dengan memperkuat kapasitas masyarakat ASEAN, Dr. Ben menenkankan arti penting mengubah cara pandang (mindset) masyarakat Indonesia. ”Cara pandang kita harus berubah dari pesimisme menjadi optimisme". Selain itu, kita juga harus semakin percaya diri menyongsong perwujudan Komunitas ASEAN, tegas Ben.

Sementara itu, sebagai pembicara terakhir, Dr. Endang Prasetyawati, SH, M.hum menyoroti tentang kesiapan pelaku dunia usaha nasional dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dari perspektif hukum bisnis.

Menurut Dr. Endang, terwujudnya Komunitas ASEAN berarti menyatunya komunitas ekonoomi Negara-negara Anggota ASEAN. “Hal ini berarti semakin terbukanya peluang usaha bagi para pengusaha Indonesia dari berbagai lapisan”. Namun demikian, Dr Endang menambahkan, masih terdapat kekhawatiran bahwa sistem hukum bisnis di Indonesia belum siap untuk itu.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, atas nama Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, dan Rektor Universitas Kanjuruhan Malang juga menandatangani Nota Kesepahaman mengenai kerjasama penyelenggaraan seminar nasional dimaksud dan kesepakatan untuk mengadakan kerjasama terkait lainnya di masa mendatang, khususnya menyangkut perkembangan ASEAN.

Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh
Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, c.q. Direktorat Mitra Wicara dan Antar Kawasan ASEAN bekerja sama dengan Universitas Kanjuruhan Malang dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang mewakili berbagai Kementerian/Lembaga di Pusat, Pemerintah Daerah, kalangan akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha serta kalangan media massa di Malang dan sekitarnya. (Sumber: Dit. MWAK/Ed.PY)








AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan