Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Teleconference Strategi Rekrutmen Staf Profesional IAEA      |       Himbauan agar WNI di Sana'a, Yaman terus waspada berikut nomor kontak KBRI Sana'a     |       Warning kepada WNI yang akan bepergian ke Perancis dan negara Eropa lainnya untuk lebih berhati-hati dan cepat menghubungi KBRI atau Perwakilan RI terdekat jika terjadi apa-apa.     |       Unduh Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2015 di sini     |       Himbauan untuk WNI di Luar Negeri untuk Tidak Mengikuti Program Wajib Militer     |       Seruan Untuk Waspada Terhadap Upaya Penipuan yang Mengatasnamakan Menteri Luar Negeri RI      |       

Berita Utama

Menlu RI: Diplomasi dan Negosiasi Harus Diutamakan Dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Suriah

Kamis, 23 Januari 2014

​Indonesia berkeyakinan bahwa diplomasi harus selalu diutamakan dan dikedepankan dalam penyelesaian situasi konflik, termasuk konflik Suriah. Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa pada Pertemuan internasional tingkat menteri untuk Suriah (Konperensi Jenewa II) yang diselenggarakan di Montreux, Swis (22/01/2014).

“Indonesia mendesak agar Konperensi ini menegaskan tiga pesan utama dari masyarakat internasional yaitu: Pertama, konflik Suriah tidak dapat diselesaikan melalui solusi militer – harus melalui solusi politik yang komprehensif dan inklusif. Kedua, dihentikannya kekerasan bersenjata harus menjadi prioritas dan adalah kunci untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Suriah. Dan ketiga, bantuan kemanusiaan harus dapat disalurkan kepada kalangan sipil yang sangat memerlukannya,” demikian diserukan Menlu RI.

Konperensi Jenewa II ini diselenggarakan atas undangan Sekjen PBB dan dihadiri oleh 39 negara yang secara khusus diundang, termasuk Indonesia. Negara-negara yang diundang adalah negara-negara kawasan di sekitar Suriah dan negara-negara lain yang dianggap dapat memberikan kontribusi penting terhadap penyelesaian konflik Suriah.

Konperensi ini ditujukan untuk menggalang dukungan masyarakat internasional terhadap proses negosiasi yang konstruktif diantara pihak-pihak yang bertikai di Suriah untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.

Konperensi Jenewa II sangat penting karena untuk pertama kalinya pihak-pihak yang bertikai di Suriah duduk dalam meja perundingan. Pertemuan internasional yang dipimpin Sekjen PBB di Montreaux ini akan dilanjutkan dengan pertemuan diantara pihak-pihak Suriah di Jenewa pada tanggal 24 Januari 2014 yang akan difasilitasi oleh Utusan Khusus Bersama untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.

“Indonesia menyadari situasi di Suriah sangat kompleks. Namun kenyataan tersebut tidak dapat mengalihkan kita semua dari keperluan mendesak yang sangat fundamental dan mendasar yaitu dihentikannya segera konflik di Suriah”, tegas Menlu RI.

Pertemuan ini merupakan rangkaian konperensi internasional untuk Suriah yang digagas bersama oleh Amerika Serikat dan Rusia bekerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konperensi Jenewa I diselenggarakan pada 30 Juni 2012 di Jenewa, Swiss. (Sumber: PTRI Jenewa/BAM/Dit. Infomed)








AksesInvitesMajalah QuAsTabloid Diplomasippid
Buletin Komunitas ASEANDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh Pemda
Perpustakaan Ali AlatasPeluangBuletin JendelaAyo Kita Kenal ASEANBSBI 2015
Sambut dan Sukseskan Komunitas ASEAN 2015Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriExploring Africa
Sejarah Diplomasi RIPerpustakaan Ali AlatasBKPMASEAN CharterBadan Narkotika Nasional RI
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan