Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

AS Puji Kepemimpinan RI di ASEAN

Jumat, 21 September 2012

AS memuji kepemimpinan Indonesia di kancah ASEAN. “Saya berterima kasih kepada Menlu Marty M. Natalegawa atas kepemimpinan Indonesia di ASEAN,” hal ini diutarakan Menlu AS Hillary R. Clinton dalam Pernyataan Pers Bersama Menlu Marty M. Natalegawa usai Pertemuan Komisi Bersama RI-AS di Washington (20/9/2012).

“Kepemimpinan Menlu Marty telah mampu meletakkan landasan diplomasi antara ASEAN dan China terkait dengan isu Laut China Selatan,” tegas Menlu Clinton.

AS, lanjutnya, akan terus mendukung 6 butir prinsip-prinsip ASEAN. “Kami percaya [6 butir prinsip-prinsip ASEAN]  akan mengurangi ketegangan dan mendukung terwujudnya code of conduct yang komprehensif dalam mengatasi perselisihan tanpa ancaman, paksaan dan penggunaan kekerasan”.

Di tingkat global, dikatakan bahwa AS dan Indonesia akan terus bekerjasama. Sejumlah permasalahan global yang menjadi perhatian bersama itu diantaranya reformasi demokrasi Myanmar, perubahan iklim, situasi di Suriah, kerjasama Selatan-Selatan, pemajuan demokrasi dan HAM.

AS siap bekerjasama dalam Keketuaan Indonesia di APEC 2012 seperti ditegaskan Menlu Clinto, “Kami yakin Indonesia akan memainkan peran keketuaan ini dengan komitmen memajukan integrasi ekonomi di Asia Pasifik.” 

Majukan Kemitraan Strategik

Dalam konteks bilateral RI-AS, Menlu Marty pada kesempatan itu menjelaskan Pertemuan Komis Bersama kali ini telah menelaah berbagai upaya dan kerja dari 6 Pokja yang telah dibentuk.

Pokja tersebut meliputi kerjasama bidang demokrasi dan pemberdayaan masyarakat sipil, pendidikan, perdagangan dan investasi, energi, iklim dan lingkungan serta keamanan.
Menlu Marty menyambut baik bahwa tiap Pokja terus menghasilkan capaian konkrit dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

“Memang salah satu aspek dari mekanisme kerjasama bilateral RI-AS adalah adanya sistem di mana masing-masing Pokja harus membawa hasil nyata yang terukur,” ungkapnya.

Dicontohkan Menlu Marty, pokja Pendidikan mencatat peningkatan beasiswa AS kepada para pelajar Indonesia. Menlu Marty juga mendorong adanya kerjasama riset antar-universitas kedua negara. Melalui USAID, AS bahkan telah menambah program pelatihan bagi guru pendidikan dasar UDS 83 juta dan beasiswa sebesar USD 20 juta.

Sementara itu, Pokja Demokrasi dan Masyarakat Sipil sedang mengembangkan kerangka Kerjasama Trilateral di mana RI dan AS dapat secara bersama membantu pembangunan di negara lain.

Pokja Keamanan memfasilitasi peningkatan kerjasama di bidang penegakan hukum. Pokja Perdagangan dan Investasi mencatat terus bertumbuhnya nilai perdagangan kedua Negara secara positif sebesar 15% pada akhir tahun lalu. Pokja Energi memfasilitasi kerjasama di bidang energi alternatif dan terbarukan. Sementara Pokja Iklim dan Lingkungan Hidup menyepakati program kerjasama bagi pembangunan berkelanjutan termasuk dalam kerangka Pusat Perubahan Iklim Indonesia.

Dalam kunjungan kerja ke Washington, Menlu Marty juga bertemu dengan penasehat utama Presiden AS bagi urusan keamanan nasional Tom Donilo, bertempat di Gedung Putih, pada hari yang sama. Pertemuan antara lain membahas berbagai tantangan keamanan global dewasa ini, serta penguatan kerjasama di bawah kerangka East Asia Summit. (Sumber: BAM/Dit. Infomed/PLE/Yo2K)

Pidato Menlu RI pada acara tersebut dapat klik di sini







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan