Menlu Marty M. Natalegawa menerima 15 wartawan peserta pelatihan "Reporting on ASEAN Integration” yang berasal dari berbagai negara anggota ASEAN dan Timor Leste, sore ini di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta (17/09). Dalam diskusi bersama para wartawan, Menlu menjelaskan berbagai perkembangan di kawasan ASEAN.
ASEAN dewasa ini bukanlah wilayah yang tanpa masalah dan problematika. “Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana ASEAN dapat cepat tanggap serta memiliki political will untuk mengatasi semua permasalahan”, ujar Menlu seraya membuka forum diskusi interaktif dengan para wartawan.
Berbagai pertanyaan pun disampaikan dalam diskusi tersebut. Isu Laut China Selatan (LCS), Deklarasi HAM ASEAN dan kemungkinan keanggotaan Timor Leste dalam ASEAN menjadi sorotan utama.
Menlu Marty menegaskan bahwa terkait isu LCS, ASEAN akan terus bergerak maju. “Melalui COC, ASEAN dapat merubah momentum yang ada di Laut China Selatan menjadi lebih positif”. Menlu juga mengharapkan nantinya COC dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas dan teknis mengenai cara bertindak di LCS.
Beberapa wartawan juga menanyakan mengenai implikasi kunjungan Menlu AS ke Indonesia dan RRT dalam rangka pembahasan masalah LCS. Menanggapi hal tersebut, Menlu Marty menjelaskan bahwa kehadiran Menlu Clinton memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif antara AS, RRT dan juga Indonesia. “Kontribusi ini sangat penting bagi perkembangan isu LCS”, ujar Menlu.
Terkait pertanyaan mengenai ASEAN Human Right Declaration, Menlu Marty menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh terburu-buru. “Proses dan hasil dari Deklarasi ini sangat menentukan dan sama pentingnya. Oleh karena itu, proses harus berjalan secara bertahap dan seksama”, tegas Menlu.
Di antara ke-15 wartawan yang hadir, wartawan dari Timor Leste sempat menanyakan mengenai perkembangan keanggotaan Timor Leste untuk ASEAN. “Secara prinsip, pada KTT di Bali November 2011 lalu, seluruh pemimpin ASEAN menyambut baik aplikasi Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN”, jawab Menlu Marty.
Saat ini, masih ada beberapa proses yang harus dilewati. “Indonesia percaya bahwa Timor Leste merupakan bagian dari ASEAN”, tutup Menlu.
Program Reporting on ASEAN Integration merupakan program kerjasama antara ASEAN Sekretariat di Jakarta dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Dalam pertemuan tersebut Menlu Marty didampingi Watapri ASEAN, Ngurah Swajaya dan beberapa Eselon II Ditjen Kerjasama ASEAN. Rombongan wartawan dipimpin oleh Pichai Chuensuksawadi, Editor in-Chief Bangkok Post, Thailand. (Sumber: Dit. Infomed/PLE/PY)