Rangkaian Pertemuan ASEAN JPM and Related Meetings Dimulai Hari Ini
Selasa, 11 September 2012
Rangkaian pertemuan ASEAN Joint Preparatory Meeting (JPM) and Related Meetings dimulai pada hari ini, Selasa, 11 September 2012 di Phnom Penh, Kamboja. Rangkaian Pertemuan JPM ini merupakan pertemuan koordinatif di antara ketiga pilar Komunitas ASEAN, yaitu Politik-Keamanan, Ekonomi dan Sosial-Budaya.
Pertemuan diawali dengan Pertemuan 2nd ASEAN Coordinating Council Working Group yang membahas aplikasi keanggotaan Timor Leste di ASEAN.
Pertemuan yang akan berlangsung sampai tanggal 15 September 2012, rencananya akan membahas persiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada bulan November yang akan datang, persiapan pelaksanaan Informal ASEAN Ministerial Meeting di New York pada bulan September mendatang, pembahasan ASEAN Community Building and the Implementation of the ASEAN Charter, ASEAN Plus Three Commemorative Summit serta persiapan pelaksanaan the 7th East Asia Summit.
Selain agenda tersebut di atas, JPM juga akan membahas persiapan Pertemuan ke-11 ASEAN Coordinating Council, perkembangan upaya perwujudan konektifitas ASEAN, rencana penandatanganan Protokol Traktat Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone dan persiapan pelaksanaan ASEAN Global Dialogue pada saat KTT-21 ASEAN yang akan datang.
Tercatat para pejabat senior dari ketiga pilar Komunitas ASEAN (Senior Officials Meeting, Senior Economic Officials Meeting dan Senior Officials’ Committee for ASEAN Socio-Culture Community Council) dari 10 negara anggota ASEAN telah hadir untuk mengikuti rangkaian Pertemuan dimaksud. JPM sendiri merupakan bagian dari pertemuan rutin yang dilaksanakan oleh ASEAN setiap tahunnya sebelum pelaksanaan KTT ASEAN dan KTT terkait lainnya.
Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN/Ketua SOM Indonesia dengan unsur dari Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI. (Sumber: Direktorat Politik dan Keamanan ASEAN)