Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

RI Turut Gerakkan Roda Ekonomi Mesir

Jumat, 31 Agustus 2012

Indonesia catat peran nyatanya dalam turut serta menggerakkan roda perekonomian Mesir. Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi paparkan peran Indonesia tersebut kepada para pejabat Pemerintahan Mesir, kalangan diplomatik dan para pemangku kepentingan yang hadir dalam resepsi diplomatik HUT ke-67 Kemerdekaan RI (29/8/2012).

Menurut Nurfaizi, dalam dua tahun terakhir transaksi dagang kedua negara mengalami tren kenaikan.  Pada tahun 2011 tercatat 1,59 milliar dollar AS. “Hal itu naik sebesar 54,7% dibanding tahun 2010 yang mencatat transaksi sebesar 1,07 miliar dollar AS,” tuturnya.

Ditambahkan, investasi Indonesia di Mesir mencapai 200 juta dollar AS.

Nurfaizi bertekad untuk meningkatkan kerja sama RI-Mesir yang manfaatnya benar-benar dapat diarasakan oleh rakyat kedua negara.

Indonesia yang memiliki lebih dari 300 macam budaya dan warisan tradisional akan senantiasa meningkatkan hubungan di bidang kebudayaan dengan Mesir sebagai negara yang kaya peradaban.

“Dengan ini diharapkan kedua negara dapat menjadi ikon dalam hal perdamaian dan toleransi, serta senantiasa menebarkan nilai-nilai keharmonisan dan kemoderatan,” lanjutnya.

Hadir dalam resepsi diplomatik tersebut, tamu kehormatan dari Pemerintah Mesir, Asisten Menteri Kerja Sama Internasional untuk urusan Asia Nabil Abdel Hamid Hassan. Selain itu, tampak pula para duta besar negara-negara ASEAN dan negara sahabat lainnya, para diplomat, para pejabat pemerintah Mesir, para profesional dan pelaku bisnis Mesir, serta perwakilan dari komunitas WNI di Mesir.

Resepsi tersebut juga tak luput dari rekaman para insan media di Mesir. Selain para wartawan media cetak dan media online, hadir pula dua stasiun televisi Mesir yang meliput jalannya acara, yaitu saluran televisi al-Kahera dan Nile TV international.
 
Hubungan Indonesia dengan Mesir telah menyejarah. Hal itu dimulai dengan keberadaan komunitas Indonesia yang belajar di universitas al-Azhar yang ditandai dengan adanya “Ruwak Jawi” atau rumah jawa yang berada di pelataran masjid al-Azhar di Cairo sekitar tahun 1850.

Mesir merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946. Sedangkan hubungan diplomatik Indonesia Mesir dimulai pada 10 Juni 1947 dengan ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan kedua negara. Catatan sejarah hubungan kedua bangsa itu tersusun secara rapi dalam buku terbitan KBRI Kairo tahun 2009 berjudul “Jauh di Mata Dekat di Hati; Potret Hubungan Indonesia – Mesir” yang juga diterbitkan dalam versi bahasa Arab. (sumber: KBRI Cairo/ed.Yo2k)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
Perpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMCFealac Indonesia
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan