Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Kali Perdana, RI Ikuti ‘Pitch Black’ di Australia

Rabu, 15 Agustus 2012

Untuk kali pertama, Indonesia ikuti latihan pesawat tempur reguler bersama yang digelar di Darwin, Australia, 27 Juli-17 Agustus 2012. Pitch Black, demikian nama latihan itu, diikuti 6 negara, yaitu Indonesia, Australia, AS, Thailand, Singapura, dan Selandia Baru. Sebanyak 94 pesawat dan 2.200 pasukan tempur terjun dalam Pitch Black.

“Indonesia mendatangkan 4 pesawat tempur jenis Sukhoi dan 3 buah pesawat Hercules,” demikian disampaikan Konsul RI di Darwin Ade Padmo Sarwono.

Tuan rumah Australia menurunkan pesawat tempur jenis F-18A Hornet, F18F Super Hornet, Hawk 127F, dan pesawat jenis Hercules C-130H dan C-130J. Selain itu, pesawat pengangkut berbaling jenis King Air 350, Airbus KC-30 Multi Role Tanker Transport, dan pesawat multiguna jenis AP-3C Orion. 

Sementara negara-negara lain seperti AS menurunkan pesawat angkut militer jenis Hercules KC-130J dan F-18C Hornet.

Singapura mendatangkan pesawat tempur jenis F-15SG Eagle, F-16 Falcon, Hercules KC-135 Stratotanker, dan pesawat jet angkut Gulfstream 550 Conformal Airborne.

Thailand telah mendatangkan pesawat tempur jenis F-16 Falcon, dan Selandia Baru mendatangkan sejumlah pasukan tempur udara.

Ade menjelaskan bahwa dalam Pitch Black tahun ini  telah dilakukan latihan tempur,  baik di wilayah Darwin dan Tindal untuk jenis latihan di udara (air to air combat), penyerangan dari udara ke daratan (air to ground attack), latihan udara dalam pengawasan dan peringatan dini (airborne early warning & control), pengisian bahan bakar di udara (air to air refuelling), dan latihan angkutan udara taktis (tactical air transport).

Ditambahkannya, dalam latihan gabungan tersebut, Wakasau RI Marsdya TNI Dede Rusamsi dan delegasi TNI AU telah melakukan pemantauan ke Darwin pada tanggal 30 Juli 2012 yang lalu.

Dalam kunjungan ini, Wakasau didampingi oleh Asisten Operasi TNI AU, Asisten Pengamanan TNI AU, Panglima Komando Operasi II, Kadis Aero TNI  AU , Kadis  Komlek  TNI AU,  dan  Kadis   Fasko  TNI  AU. 

Sementara itu Konsul RI Darwin bersama Atase Pertahanan KBRI Canberra, Air Commander Australia, Air Vice Marshal Mel Hupfeld, Atase Pertahanan Kedubes Australia di Jakarta dan para pejabat RAAF Base Military Airport-Darwin juga ambil bagian dalam pemantauan itu. (sumber: KRI Darwin/ed. Yo2k)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan