Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Indonesia Jaga Kemajuan ASEAN

Rabu, 08 Agustus 2012

SONY DSC

ASEAN yang terpecah adalah ASEAN yang lemah, ASEAN yang terbagi-bagi adalah ASEAN yang tidak dapat menjaga sentralitasnya. “Oleh karenanya, Indonesia tidak akan duduk diam. Indonesia akan senantiasa memelihara dan menjaga sentralitas dan kesatuan ASEAN. Kita akan terus bekerja keras”, tutur Menlu Marty M. Natalegawa pada perayaan hari jadi ASEAN yang ke-45 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, siang ini (08/08).

Menlu RI juga menegaskan bahwa ASEAN masih akan terus bergerak maju. “Ini bukan saatnya bagi ASEAN untuk berhenti, tahun 2015 sudah di depan mata dan ASEAN harus terus berfokus pada pembangunan komunitas”.

Kepada para wartawan, Menlu Marty menuturkan bahwa diumurnya yang ke-45 tahun, ASEAN akan senantiasa menjalankan fungsinya dalam membangun arsitektur regional, mencapai kemakmuran dan menjamin kedamaian dan stabilitas kawasan. “Ini telah berjalan sebelumnya dan masih akan terus berjalan di masa mendatang”, pungkasnya.

Menlu Marty juga mengingatkan kepada para wartawan bahwa jangan melihat ASEAN hanya terfokus pada isu Laut China Selatan. “Ada dunia lain di luar isu Laut China Selatan, dan ASEAN harus terus berjalan”, tambah Menlu. Indonesia pun telah melakukan serangkaian inisiatif agar perbedaan pendapat mengenai Laut China Selatan dapat terjembatani.

Kendati belum melakukan pembicaraan langsung dengan pihak RRT, namun Indonesia terus mendorong Kamboja, selaku Ketua ASEAN untuk menindaklanjuti langkah selanjutnya setelah dicapainya enam prinsip utama di Laut China Selatan.

Menlu Marty pada kesempatan berdialog dengan media setempat juga menuturkan perkembangan masalah Rohingnya di Myanmar. “Presiden Myanmar U Thein Sein telah menerima Presiden RI dan menyatakan apresiasi atas surat tersebut dan akan mengirimkan tanggapan mereka dalam waktu dekat”, jelas Menlu.

Dalam pembicaraan dengan Menlu Myanmar, Menlu RI juga menekankan agar Myanmar memungkinkan adanya delegasi dari negara-negara OKI untuk meninjau keadaan Rohingnya di Myanmar. “Menlu Myanmar saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengundang Sekjen OKI sebagai tindak lanjut pemikiran ini”. Bahkan, hari ini Menlu Turki sedang berada di Myanmar untuk melihat keadaan di negara tersebut.

“Kita tegaskan bahwa posisi Indonesia sangat jelas, masalah etnis di Myanmar tidak dapat dipisahkan dari proses reformasi di Myanmar pada umumnya. Ini merupakan satu kesatuan”, demikian Menlu RI menekankan.

Perayaan HUT ke-45 ASEAN dilaksanakan di Sekretariat ASEAN, Jakarta dengan dihadiri oleh Duta Besar dari berbagai negara anggota ASEAN dan negara sahabat. (Sumber: Dit. Infomed/PLE/PY)








AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan