|
|
Berita Utama
Konjen Kinabalu Pelopori Bangun 100 Sekolah Bagi Anak TKI di Sabah
Jumat, 03 Agustus 2012
Konjen Soepeno Sahid meresmikan Community Learning Centre (CLC) pada Rabu sore (1/8/12) di kawasan Ladang Sawit Monsok, Sabah, Malaysia. CLC di Ladang Sawit Monsok ini adalah satu diantara 65 CLC yang didirikan oleh Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu pada tahun 2012.
Demi memberikan akses pendidikan dasar bagi anak-anak Indonesia di Sabah yang jumlahnya lebih dari 40.000 siswa itu, pada tahun 2012 KJRI Kota Kinabalu menargetkan pendirian 100 CLC di pusat-pusat perladangan sawit di seluruh pelosok Sabah.
“Saya mengajak semua pemangku kepentingan peduli pendidikan supaya terus bergiat untuk mewujudkan 35 CLC dalam sisa waktu 5 bulan ke depan”, ungkap Soepeno dengan penuh harap.
Menurut Konjen, sudah merupakan tanggung jawab semua pihak untuk dapat memfasilitasi anak-anak TKI yang juga merupakan bibit-bibit unggul yang akan mampu terus berprestasi, asalkan mereka diberikan kesempatan.
Hal ini, sambung Konjen Soepeno, terbukti ketika anak-anak TKI di Sabah mampu mengukir prestasi sebagai juara pertama tari pada lomba apresiasi seni olahraga dan pengetahuan antarsiswa Sekolah Indonesia Luar Negeri di Denpasar dan juara pertama menjahit pada pertandingan keterampilan antarsiswa SMP Terbuka peringkat nasional yang diselenggarakan Kemdikbud di Jakarta baru-baru ini.
Pada kesempatan itu, Konjen juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak perusahaan yang telah menyediakan sarana pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar dan perumahan guru. “Komitmen yang tinggi manajemen Ladang Monsok ini patut diacungi jempol”, ujar Konjen Soepeno dihadapan para orang tua murid dan anak-anak.
Dalam waktu relatif singkat, kurang dari dua bulan sejak Mei lalu, CLC Monsok pada hari ini sudah bisa dioperasikan dengan memanfaatkan bekas rumah pekerja yang direnovasi total, tambah Soepeno.
Konjen Soepeno juga menambahkan bahwa biaya operasional termasuk pembelian komputer diusahakan untuk di biayai melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan bagi siswa yang berprestasi akan diupayakan mendapatkan bantuan program bantuan siswa miskin.
Pendirian CLC Monsok yang mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Syarikat Ladang Monsok ini diprakarsai oleh Sukamto Prasetyo, salah seorang guru Indonesia Angkatan II yang dikirim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun lalu.
Sementara itu, Umar Sappa, Manajer Ladang Monsok, dalam sambutan singkatnya menyatakan terkejut dengan keseriusan Pemerintah Indonesia untuk menyediakan layanan pendidikan kepada anak-anak bangsanya di luar negara.
Sebelumnya, tidak pernah membayangkan bagaimana nasib anak-anak TKI di Sabah jika mereka tidak dibekali dengan pendidikan yang memadai. Semoga dengan adanya CLC ini, mereka mempunyai kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup”, ujar Encik Umar keturunan Jawa yang sempat mebisu sejenak menahan rasa haru.
Saat ini jumlah murid di CLC Monsok tercatat 72 orang anak dengan tenaga pendidik sebanyak 3 orang, masing-masing Mahyudin (guru bantu non-pns angkatan 3/2012), Sukamto Prasetyo (guru bantu non-pns pada HUMANA Borneo Child Aid angkatan 2/2011) dan Mislawati, guru relawan jebolan SMEP asal Sulawesi Selatan.
Acara persemian kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan masalah kekonsuleran dan ketenagakerjaan menjelang buka puasa bersama dan ditutup dengan sholat tarawih. Acara ini diikuti oleh lebih dari 150 orang jemaah. (KJRI Kota Kinabalu/Dit.Infomed/PLE/PY)
|
|
|
|