Kemlu menyodorkan Maluku Utara kepada dunia melalui kegiatan Update From The Region(UFTR) di Ruang Nusantara Kemlu hari ini (18/7). Selain itu, melalui kegiatan ini, masyarakat dunia diharapkan dapat berinvestasi di provinsi tersebut.
“Program ini digelar untuk mempromosikan interaksi antara korps diplomatik dan seluruh provinsi di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP), Dubes A.M. Fachir. Dirinya juga mengungkapkan harapannya agar dapat terjalin hubungan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan dunia.
Gubernur Maluku Utara, Thayib Armain, juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema ‘Business Opportunities in North Maluku and Sail Morotai 2012’ ini dapat dimanfaatkan negara-negara sahabat untuk mengenal dan menjangkau Maluku Utara.
“Maluku Utara diibaratkan sebagai sepotong surga di Indonesia Timur,” ujarnya kepada khalayak. Berada di perairan timur Indonesia, Maluku Utara berada dalam posisi strategis di lalu lintas pelayaran internasional.Tak hanya itu, 70 persen wilayah perairan di Maluku Utara menjadi magnet bagi turis untuk berwisata bahari di sana.
Perkenalan Maluku Utara kepada masyarakat dunia tersebut sejalan dengan langkah Kemlu dalam menjalin hubungan antarnegara. Menurut Sekretaris Jenderal Kemlu, Budi Bowoleksono, kegiatan ini merupakan bentuk hubungan bilateral di bidang ekonomi.
“UFTR mendukung upaya tersebut dan berusaha mempertemukan pemerintah dengan pengusaha, baik dalam maupun luar negeri,” imbuh Budi. Dirinya juga mengemukakan bahwa investasi yang tercipta di Maluku Utara membantu mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia Timur.
UFTR juga menggelar diskusi interaktif tentang Maluku Utara dan peluang bisnis di sana. Dialog dua arah tersebut dimoderatori oleh Tina Talisa.
Dalam diskusi itu, Gubernur Maluku Utara menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki daerahnya. Siapa sangka provinsi yang baru diresmikan pada 12 Oktober 1999 tersebut mempunyai banyak sumber daya di bidang pertambangan, pertanian, perkebunan, hutan, perairan, dan perikanan. Keuntungan sektor perikanan bahkan mencapai angka 30,5 triliun.
Selain itu, peserta juga memperoleh banyak informasi mengenai kegiatan Sail Morotai 2012. Sekretaris Menkokesra yang juga bertindak sebagai Wakil Ketua III Sail Morotai 2012, Indrojoyo Soesilo, memaparkan presentasi tentang perhelatan bahari internasional itu.
Berbagai aktivitas digelar dalam rangkaian Sail Morotai 2012. Peserta dapat berpartisipasi di acara yacht rally, Civic Expedition to The Remote island,Youth Ship, Pameran Potensi Daerah, dan masih banyak lagi.
Acara yang dibuka dengan pukulan gendang tradisional asal Maluku Utara ini digelar oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Dalam acara tersebut, hadir pula berbagai utusan negara sahabat dan pengusaha dari dalam dan luar negeri. (Sumber : Ditjen IDP/Dit. Infomed/PLE/Nik)