Hari kedua kunjungan kerja Presiden SBY ke Darwin diawali Pertemuan Tatap Muka dengan Perdana Menteri Julia Gillard di Gedung Parlemen Northern Territory (03/07). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai peluang peningkatan kerjasama kedua negara.
Memulai pertemuan tersebut, PM Gillard menyampaikan bahwa Australia akan meningkatkan jumlah Work & Holiday Visa bagi Indonesia dari 100 menjadi 1000 per tahun.
“Kami juga sepakat untuk melaksanakan 2nd Indonesia-Australia Dialogue di Sydney tanggal 24 September 2012 nanti”, demikian dilaporkan KBRI Canberra kepada Portal Kemlu sore ini.
Selain itu PM Gillard juga menyampaikan komitmen Pemerintah Australia untuk mendukung ketahanan pangan khususnya melalui peningkatan ekspor dan dukungan terhadap industri peternakan sapi di Indonesia.
Kepada PM Gillard, Presiden RI secara khusus menyampaikan apresiasi atas meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dalam berbagai bidang.
“Hal ini dapat terlihat dari peningkatan angka perdagangan yang mencapai 29% dan hibah empat pesawat C-130 dari Australia”, tutur Presiden RI. Dalam kesempatan ini, Presiden RI mengajak Australia untuk melakukan investasi sektor infrastruktur di Tanah Air.
Di bidang hubungan antar masyarakat, Presiden SBY turut menyoroti menurunnya tingkat travel advisory Australia bagi warganegaranya yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia. Seperti yang disampaikan Presiden RI, hal ini merupakan sesuatu yang penting bagi peningkatan people-to-people contacts RI-Australia.
Menyoal kasus 54 ABK WNI di bawah umur yang saat ini masih dalam proses hukum, Presiden RI secara khusus menyampaikan harapannya agar pemulangan ke-54 ABK yang diduga tersangkut kegiatan people smuggling dapat dipercepat oleh Pemerintah Australia.
Setelah pertemuan bilateral tersebut, Presiden RI berkesempatan menerima pengurus Australia Indonesia Business Council (AIBC) yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama pengusaha-pengusaha Australia dan Indonesia.
Pada sore harinya, Presiden RI menerima courtesy call dari Pemimpin Oposisi Australia, Tony Abbott, yang didampingi oleh Wakil Pemimpin Oposisi yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Bayangan, Julie Bishop.
Sebelum mengakhiri hari kedua ini, Presiden juga sempat menerima kunjungan dari Chief Minister of Northern Territory, Paul Henderson MLA. (Sumber: KBRI Canberra/PLE/ed. PY)