Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Bagi Georgia, Indonesia yang Pertama dan Terpenting di Asia Tenggara

Jumat, 29 Juni 2012

Menteri Luar Negeri Georgia Grigol Vashadze melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta sore ini (29/06). “Kunjungan ini sarat akan nilai sejarah. Selain merupakan kunjungan yang pertama, Menlu Grigol juga akan memformalkan Kedutaan Besar Georgia yang pertama di Asia Tenggara”, ucap Menlu Marty M. Natalegawa dalam kesempatan konferensi pers.

Indonesia penting bagi Georgia, tegas Menlu Grigol. Ada beberapa hal yang membuat Indonesia menjadi sangat penting di mata Georgia.

“Indonesia adalah negara demokrasi terbesar di dunia, anggota dari G-20 dan pemimpin ASEAN. Bermitra dengan Indonesia hanya akan mendatangkan keuntungan bagi Georgia”, ujar Menlu Grigol di depan awak media nasional.

Dengan menempatkan Kedutaan Besar pertamanya di Asia Tenggara yang berlokasi di Jakarta, Menlu Grigol percaya bahwa hubungan Georgia dengan Indonesia akan semakin meningkat.

Hal serupa juga sebelumnya disampaikan oleh Menlu Marty. “Dalam merayakan dua puluh tahun hubungan diplomatik RI-Georgia tahun depan, kedua negara akan terus menggiatkan berbagai upaya peningkatan hubungan bilateral.”

Dalam pertemuan bilateral tadi, Menlu Marty menyampaikan bahwa kedua negara telah mendiskusikan peningkatan hubungan perdagangan dan investasi, perkembangan global dan kawasan, serta rencana saling kunjung antara kedua negara.

Kedua Menlu juga sempat memaparkan pandangan masing-masing terkait keamanan global, khususnya konflik di Suriah. “Indonesia mengikuti dengan keprihatinan mengenai memburuknya situasi di Suriah”.

Kita, tambah Marty, akan terus menyerukan agar kekerasan dihentikan melalui beberapa modalitas, dimana salah satunya adalah melalui misi perdamaian PBB.

Sejalan dengan yang disampaikan Menlu Marty, Menlu Grigol menyampaikan bahwa kekerasan di Suriah harus dihentikan sekarang juga.

“Negara melakukan kekerasan kepada rakyatnya sendiri adalah sesuatu yang tidak dapat kita terima. Negara harus melindungi rakyatnya, bukan sebaliknya.”

Usai pertemuan bilateral, kedua Menlu menandatangani dua perjanjian kerjasama, yaitu mengenai Kerjasama Ekonomi dan Teknik, dan MoU mengenai Konsultasi Bilateral.

RI-Georgia masih akan merampungkan beberapa perjanjian antara lain, penghindaran pajak berganda, perjanjian bebas visa, perlindungan investasi dan kerjasama perdagangan dan ekonomi.

“Yang terpenting bukanlah banyaknya MoU, tapi tekad untuk memajukan kemitraan ini ke level yang lebih tinggi” tutup Menlu Marty.

Nilai perdagangan kedua negara memang mengalami peningkatan sebesar 27% pada tahun 2010 dari USD 30.333 juta menjadi USD 41.288 Juta dan cenderung akan terus meningkat. Ditambah lagi, Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-4 bagi Georgia di wilayah Asia Tenggara.

Georgia sendiri merupakan negara pecahan Uni Soviet yang memiliki GDP sebesar USD 24.51 Milyar dengan keunggulan di bidang pertanian, industri dan jasa. (Sumber: Dit. ETT/Dit. Infomed/PY)    








AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan