Indonesia meminta semua negara untuk terus memilihara stabilitas, perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea. Indonesia juga meminta semua negara untuk menjaga atmosfir dan kondisi yang positif serta menghindari setiap tindakan yang dapat merusak kondisi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Menlu Marty M. Natalegawa di Pejambon hari ini (30/03/2012) terkait dengan rencana peluncuran satelit oleh Democratic People's Republic of Korea (DPRK).
Dijelaskannya bahwa rencana peluncuran satelit tersebut memiliki kemungkinan mempengaruhi kondisi positif di Semenanjung Korea.
Lebih lanjut Marty menyampaikan bahwa rencana peluncuran satelit itu turut dibahas pada saat kunjungan Presiden RI ke Seoul dalam rangka menghadiri KTT Nuklir dan kunjungan resmi ke Republik Korea minggu ini.
“Isu tersebut secara informal telah dibahas dan dalam joint communique hasil pertemuan bilateral RI dengan Republik Korea, pandangan Indonesia juga tercermin,” tuturnya.
Secara substansi, imbuh Marty, pandangan Indonesia mencerminkan penegasan mengenai betapa pentingnya untuk terus memelihara stabilitas, perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea. “Jangan sampai ada suatu langkah atau tindakan yang diambil yang dapat merusak kondisi positif tersebut,” imbuhnya.
Indonesia melilhat, rencana peluncuran satelit oleh DPRK memiliki resiko mempengaruhi kondisi positif di Semenanjung Korea. Dan sebagai tambahan, tegasnya, terdapat resolusi DK PBB No. 1874 yang harus dihormati oleh DPRK.
Indonesia meminta DPRK untuk menahan diri terhadap rencana tersebut dan menghormati resolusi DK PBB No. 1874.
Pemerintah Indonesia menaruh perhatian atas potensi dampak dari peluncuran satelit tersebut terhadap stabilitas, perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea.
“Indonesia juga selalu waspada terhadap semua kemungkinan dan setiap resiko yang ditimbulkan dari peluncuran satelit tersebut,” tutup Marty. (Dit. Infomed/Yo2k)