Namibia menginginkan agar kerjasama bilateral di berbagai bidang yang telah terjalin dapat semakin dipererat berdasarkan semangat Bandung 1955.
Demikian hal tersebut disampaikan Right Honourable Nahas Hangula, Perdana Menteri Namibia saat menerima kunjungan kehormatan yang dilakukan oleh Duta Besar RI yang baru untuk Namibia, Agustinus Sumartono di ruang kerjanya di Kantor Perdana Menteri pada hari Senin, 27 Maret 2012.
Dalam kesempatan tersebut Right Honourable Hangula menekankan pentingnya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.
Untuk itu beliau mengundang para pelaku usaha Indonesia untuk dapat memanfaatkan potensi Namibia sebagai pasar sekaligus entry gate ke pasar Southern African Development Community atau dikenal dengan SADC dengan pangsa pasar sekitar 240 juta orang.
Right Honourable Hangula juga menyambut gembira dan amat menghargai berbagai upaya yang dilakukan KBRI Windhoek dalam membawa Indonesia lebih dekat lagi kepadaa Namibia. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif KBRI Windhoek pada setiap pameran perdagangan – investasi-pariwisata yang diselenggarakan di Namibia.
Hal lainnya yang juga mendapatkan perhatian utama adalah bantuan Indonesia untuk peningkatan capacity building Namibia yang menurutnya amat dibutuhkan Namibia. Sejauh ini Namibia aktif mengirimkan pesertanya mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan di Indonesia, diantaranya macro finance, pembudidayaan ikan air tawar, diplomatik, karantina, migas dan perbankan.
Di tingkat U-to-U kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dengan Universitas Namibia menunjukkan perkembangan signifikan, diantaranya bantuan pengembangan sekolah kedokteran hewan Universitas Namibia melalui pengiriman seorang Senior Academician UGM dengan masa tugas satu tahun. Di masa depan tidak tertutup kemungkinan kerjasama serupa dilaksanakan untuk fakultas kedokteran, ekonomi dan teknik.
Di akhir pertemuan, Perdana Menteri Namibia kembali mengharapkan keinginannya melihat peningkatan kerjasama kedua negara dan berharap suatu ketika dapat berkunjung ke Indonesia.(sumber: KBRI Windhoek)