Menlu RI Marty Natalegawa
tegaskan kembali visi GNB untuk menjadi kekuatan dunia
bagi perdamaian, keadilan sosial dan kesejahteraan
Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, telah menghadiri pertemuan Peringatan 50 tahun Gerakan Non-Blok (GNB) di Beograd, Serbia, 5 – 6 September 2011. Pertemuan dibuka oleh Presiden Serbia, Boris Tadic, dan dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota GNB dan sejumlah negara pengamat serta perwakilan dari berbagai organisasi internasional dan regional.
Pertemuan di Beograd ini dilaksanakan untuk memperingati penyelenggaraan KTT Beograd tahun 1961 yang menandai titik awal kelahiran GNB. Pertemuan peringatan ini juga melengkapi pertemuan utama bagi Peringatan 50 tahun GNB yang telah diselenggarakan di Bali, Indonesia, pada tanggal 23 – 27 Mei 2011.
Partisipasi Indonesia pada pertemuan ini mendapat perhatian khusus dari Serbia selaku tuan rumah. Di samping mengingat keterkaitan pertemuan peringatan di Beograd dengan pertemuan di Bali, juga mengingat posisi Indonesia selaku salah satu negara yang senantiasa berperan besar dalam sejarah perkembangan GNB. Karenanya, Menlu RI berkesempatan menjadi salah satu delegasi yang mendapat kesempatan berbicara pertama, yaitu pada sesi pembukaan pada tanggal 5 September 2011 di Gedung Parlemen Serbia, yang juga merupakan lokasi penyelenggaraan KTT Beograd 1961.
Pada kesempatan tersebut, Menlu RI menekankan bahwa agar GNB dapat mempertahankan dan semakin meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat internasional, GNB harus menyesuaikan diri dengan kondisi dunia yang telah berubah dibandingkan masa pendiriannya 50 tahun yang lalu.
Dalam hal ini, Menlu RI mengingatkan kembali 3 visi yang telah disampaikan Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, pada kesempatan pembukaan Peringatan 50 tahun GNB di Bali, bulan Mei lalu. Menlu juga menjabarkan bagaimana GNB dapat menerapkan ketiga visi tersebut.
Pertama adalah agar GNB menjadi kontributor bagi perdamaian dan keamanan internasional. Untuk ini, GNB harus memastikan agar negara-negara GNB, dan juga kawasan di sekitarnya, menjadi wilayah yang damai, aman dan stabil. GNB juga harus mengutamakan pendekatan yang inklusif dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Dengan kata lain, GNB harus mengupayakan keamanan bersama bagi masyarakat internasional.
Kedua adalah agar GNB menjadi kontributor kemajuan politik dan demokrasi. Untuk ini, GNB harus menjadi kekuatan global yang peka akan tuntutan demokrasi dan bekerjasama dengan elemen masyarakat internasional lainnya bagi dihormatinya nilai-nilai demokratis. Dengan kata lain, GNB harus mengupayakan tercapainya kemajuan bersama bagi penguatan demokrasi.
Ketiga, GNB harus menjadi kontributor bagi peningkatan kemakmuran dunia. Dalam hal ini, GNB harus meningkatkan kerjasama yang diarahkan pada peningkatan kemakmuran negara-negara anggotanya, dan mengupayakan tercapainya kemakmuran bersama.
Pada kesempatan kunjungan kerja di Beograd ini, Menlu RI juga akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Serbia, H.E. Mr. Boris Tadic, dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Serbia, H.E. Mr. Vuc Jeremic. Akan dilakukan pula penandatanganan 2 perjanjian antara Indonesia dan Serbia, yaitu di bidang kerjasama ekonomi dan investasi. Di samping itu, Menlu RI juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan para Menlu negara sahabat yang menghadiri pertemuan, dan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Beograd.
Beograd, 5 September 2011
********