Guna meningkatkan profesionalisme petugas haji sekaligus memantapkan pelayanan terhadap para jamaah haji Indonesia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyelenggarakan pembekalan bagi para petugas haji Indonesia yang dikemas dalam kegiatan Orientasi Tenaga Musim Haji di Arab Saudi Tahun 1433H/2012 dengan tema “Bekerja Cerdas dan Ikhlas”.
Acara yang berlangsung selama tiga hari (17-19 September 2012) ini berlangsung di Hotel Norcom Oasis, Jeddah dan dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur selaku Koordinator PPIH Arab Saudi.
Dubes RI dalam sambutannya berpesan kepada para peserta yang hadir agar dapat menjalankan tugasnya secara amanah dan penuh tanggung jawab, serta sabar dan ikhlas dalam melayani para jamaah haji.
“Selama ini pelayanan jamaah haji tidak lepas dari masalah. Oleh sebab itu, petugas harus selalu siaga dan sigap dalam merespons semua persoalan. Sekecil apapun masalah yang muncul, hendaknya segera ditangani. Bila air kran kamar mandi semakin kecil, misalnya, jangan diam saja. Segera koordinasikan dengan bagian air, dengan pemilik rumah,
maktab dan pihak terkait lainnya,” tandas diplomat karir yang pernah bertugas di KBRI Kairo tersebut.
Pada musim haji tahun ini, PPIH Arab Saudi merekrut sebanyak 668 petugas Tenaga Musim (Temus) haji yang berasal dari WNI yang tinggal di Arab Saudi (
mukimin) dan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah. Sebanyak 560 orang ditugaskan ke dalam pelayanan umum dan ibadah sedangkan 108 orang lainnya menjadi petugas kesehatan.
Tim Temus ini diterjunkan ke tiga daerah kerja (Daker), Jeddah, Makkah, dan Madinah untuk melayani jemaah haji reguler yang berjumlah 194.000 jemaah haji. Mereka efektif bertugas sejak tanggal 20 September hingga 30 Nopember 2012 dan akan mengikuti alur pergerakan jemaah haji, mulai dari tahap kedatangan, penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina), hingga tahap pemulangan.
Materi pembekalan yang disampaikan kepada para peserta meliputi kebijakan umum dan kebijakan teknis penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, antara lain yang terkait dengan kekonsuleran, keimigrasian, perhubungan, penerangan sosial-budaya, profesionalisme dan etika kerja, serta teknis pelayanan Daker Jeddah, Makkah, dan Madinah.
Konsul Jenderal RI Jeddah sekaligus Koordinator Harian PPIH Arab Saudi Zakaria Anshar saat menyampaikan materi mengingatkan para peserta agar tidak melakukan pekerjaan lain di luar tugasnya.
“Kita ini penyelenggara ibadah haji, bukan bagian dari jamaah haji yang tujuannya untuk beribadah. Jadi, sebagai penyelenggara berarti tugas kita yaitu melayani jamaah haji,” tegas Zakaria.
Seperti diketahui, kuota jamaah haji tahun ini berjumlah 211.000 orang, yang terbagi ke dalam 194.000 jamaah haji regular dan 17.000 jamaah haji khusus (peserta ONH plus).
Menurut rencana, jamaah haji reguler akan diberangkatkan dalam 484 kloter dari 13 embarkasi berbeda dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.