Sejak masuknya batik di dalam daftar barang budaya tak berbentuk pada Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (the Intangible Cultural Heritage list of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tanggal 30 September 2009, promosi batik semakin banyak dilakukan oleh Indonesia melalui perwakilan di seluruh dunia, termasuk di Venezuela.
Masyarakat Venezuela sangat apresiatif terhadap kesenian dan kebudayaan, terlihat dari minat masyarakat setempat dalam menghadiri, menikmati dan mengulas pementasan dan pertunjukan seni budaya, baik yang bersifat lokal maupun internasional.
Pada umumnya masyarakat Venezuela belum mengenal batik dengan baik namun memiliki potensi yang cukup besar untuk mengenal dan menyukai batik. Untuk menjawab ketertarikan masyarakat Venezuela terhadap kain batik dimaksud, pada tanggal 12 September 2012, Indonesia telah mengelar sebuah peragaan mode yang dinamakan Batik Show di Hotel J.W. Marriot, Caracas, Venezuela.
Pengenalan terhadap batik yang dibungkus pada kegiatan Batik show ini dipandang penting karena diharapkan di masa mendatang batik dapat menjadi bagian dari mode yang popular di tengah-tengah masyarakat pada umumnya dan kelompok pencita mode secara khusus di Venezuela.
Batik Show dimaksud memamerkan ragam corak dan design batik dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai cara pemakaian kain yang telah disesuaikan dengan penggunaan mode yang popular dan modern.
Batik Show yang dilaksanakan oleh KBRI Caracas ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi budaya yang nyata antara Venezuela dan Indonesia. Batik Show menampilkan kain tradisional Indonesia yang diragakan tidak hanya oleh model-model perempuan profesional dan non profesional baik berkewarganegaraan Venezuela namun juga berkewarganegaraan Indonesia.
Pagelaran Batik Show juga menggunakan musik berirama salsa dan cha cha cha namun dengan lagu modern dan tradisional Indonesia. Selain itu, peragaan batik ini juga mendapatkan dukungan sponsor dari perancang sepatu Venezuela, Andrea Gomez, dan perancang asesoris Venezuela, Cecile Michelle Simcikova.
Selain itu, di sela-sela peragaan batik, juga ditampilkan 2 (dua) tarian menggunakan musik berirama salsa dan musik Indonesia dengan gerakan perpaduan antara tari tradisional Indonesia dengan salsa dan cha cha cha.
Perpaduan kerjasama yang baik antara Venezuela dan Indonesia juga tercermin dari penampilan Kelompok Musik Kolintang-Angklung binaan KBRI Caracas. Di dalam Kelompok Musik ini, alat-alat musik tradisional Indonesia (kolintang dan angklung) dimainkan secara fasih oleh anak-anak Venezuela yang membawakan lagu Indonesia maupun Venezuela.
Adapun tarian yang dibawakan adalah tarian dengan iringan lagu Jangkrik Gengong dan Bajing Luncat, sedangkan lagu-lagu yang dibawakan adalah Rambadia, Venezuela, Molidendo Café dan Manuk Dadali.
Penyelenggaraan Batik Show ini selain melibatkan model-model profesional juga melibatkan perempuan-perempuan dari kalangan pemerintah, swasta, warga negara Venezuela dan warga negara Indonesia di Venezuela. Mereka adalah Sekretaris Kelompok Persahabatan Venezuela-Indonesia Parlemen Venezuela, Wakil Ketua Fedecamara (semacam KADIN), Manajer stasiun televisi swasta SUN Channel, Manajer Operasional perusahaan Comercializalora Palujosi C.A., pengusaha Indonesia di Venezuela, pelatih kelompok tari binaan KBRI Caracas dan ibu rumah tangga.
Batik Show ini menampilkan 11 (sebelas) jenis batik, yaitu Megamendung, Kupu-kupu, Dermayon, Kumpeni, Madura, Tuban, Sidoarjo, Lasem, Sogan Pisan Bali, Sogan Parang Kawung, dan Encim Pekalongan yang dipamerkan dalam lebih dari 110 kain, tas dan syal dari bahan batik. Batik-batik dimaksud diperagaan oleh para model dengan penggunaan kain batik yang telah disesuaikan dengan tren/model yang popular dan modern tanpa jahitan.
Peragaan batik ini dihadiri oleh sekitar 600 penonton dari kalangan diplomatik, pemerintah setempat, media massa, pencinta mode, kalangan pebisnis dan swasta serta perancang busana. Hadir pula Ketua dan anggota Komite Venezuela in Moda serta perancang busana lokal, Liliana Avila, yang telah menyatakan keinginan kerjasama dengan Indonesia dalam mempromosikan batik kepada dunia mode Venezuela.
Selain itu, beberapa media massa juga telah berkomitmen untuk membuat feature khusus mengenai kegiatan peragaaan batik, antara lain dari Telesur, Globovision, Videmundo, RCTV International dan Sitara Magazine yang telah ditayangkan dan dimuat serta dari SUN Channel yang akan disiarkan dalam waktu dekat.
Pelaksanaan Batik Show ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pengunjung yang hadir. Bagi sebagian besar dari mereka belum mengenal kain tradisional Indonesia, batik, mereka menjadi mengetahui kekayaan budaya Indonesia yang telah diakui di dunia internasional.
Sementara pengunjung yang telah mengenal batik sebelumnya semakin memahami penggunaan batik yang tidak terbatas pada kegiatan tradisional dan formal semata, namun mendapatkan gambaran mengenai batik yang dapat digunakan secara lebih modern dan santai.