Pada tanggal 31 Agustus 2012, telah diselenggarakan acara pembukaan ASEAN Plus Three Training Program on Understanding China (APT Program) di kampus Beijing Foreign Studies University (BFSU) yang dihadiri oleh Prof. Han Zhen, BFSU President; Liu Baoli, Director General of Department of International Cooperation and Exchanges, Ministry of Education China; Cheng Ji, Deputy Director of Department of Asian Affairs, Ministry of Foreign Affair of People's Republic of China; Ma Mingqiang, Secretary General ASEAN-China Centre in Beijing; Prof. Li Xuetao, Vice Director of National Research Center of Overseas Sinology BFSU; dan perwakilan Kedutaan Besar Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, Kamboja serta para instruktur Diklat yang berasal dari Peking University, Renmin University, dan BFSU.
APT Program yang disponsori oleh Pemerintah Tiongkok untuk Negara-negara Asia pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2010.
Program ini berada di bawah arahan Kementerian Pendidikan Tiongkok dan dilaksanakan oleh BFSU. APT Program merupakan program tahunan National Research Center of Overseas Sinology di BFSU.
Untuk tahun 2012 ini, program pelatihan terdiri dari 4 mata kuliah, 4 ekskursi, 2 diskusi dan 1 seminar yang akan berlangsung dari tanggal 31 Agustus-23 September 2012.
Peserta diklat kali ini berjumlah 11 orang yang berasal dari Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Singapura dan Vietnam.
Peserta dari Indonesia diwakili oleh Iwan Prihatmoko, staf Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PKLN Kemdikbud) serta Lili Indarti, staf pada SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science.
Training ini merupakan pelatihan komprehensif dalam bentuk perkuliahan dan ekskursi di bidang pendidikan, pertanian, teknologi tinggi, sejarah dan budaya dan diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta diklat untuk mengenal lebih dekat kehidupan nyata di Tiongkok beserta perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan kebudayaan Tiongkok.
Adapun tujuan dari training adalah untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik mengenai Tiongkok di antara Diplomat, Pejabat Pemerintah, dan Akademisi dari Negara-negara ASEAN, Korea dan Jepang yang memiliki kapasitas sebagai pejabat/petugas yang jabatan pekerjaannya berkaitan dengan Tiongkok.
Materi pelatihan berupa topik tentang industri teknologi tinggi, sejarah dan budaya minoritas etnik Tiongkok, sistem penanggulangan bencana pemerintah Tiongkok, pencitraan kota Beijing, pertanian modern Tiongkok, pembangunan wilayah barat Tiongkok serta tantangan dan keuntungan ikutsertanya Tiongkok dalam mengikuti program WTO.
Sementara itu ekskursi dilaksanakan ke Tianjin untuk meninjau Industri berteknologi tinggi Tiongkok, folk culture of Beijing, dan mengunjungi Guizhou Minzu University di Guiyang.