Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KBRI Islamabad

Peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1433 H di KBRI Islamabad

08 Agustus 2012

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sdr. Syamsul Hadi perwakilan dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan yang membacakan surah Al-Qadr, dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Duta Besar LBBP RI untuk Pakistan Bapak Ishak Latuconsina, M.Sc., serta ceramah hikmah Nuzulul Qur’an oleh Ust. Muladi Mugheni, dan ditutup dengan Do’a oleh Sdr. Anggi Maulana (Ketua PPMI).

Dalam sambutannya Duta Besar RI menyampaikan bahwa tema peringatan Nuzulul Qur’an amat tepat dengan situasi dan kondisi saat ini dimana sebagai manusia biasa dibutuhkan peningkatan ketaqwaan kita kepada Allah SWT disertai peningkatan kualitas pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Lebih lanjut Duta Besar RI menyampaikan khususnya kepada para mahasiswa yang hadir untuk rajin dan tekun menimba ilmu terlebih lagi ilmu Al-Qur’an yang diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk bagi umat manusia dengan upaya sekeras tenaga untuk lebih memahami, mendalami dan mengamalkan serta menyebarkan pemahaman Al-Qur’an yang benar berupa petunjuk ilahi tersebut dalam berbagai disiplin ilmu yang dipelajari kepada masyarakat luas untuk kemaslahatan bersama.

Dalam ceramah hikmah Nuzulul Qur’an, Ust. Muladi Mugheni dari KBRI Islamabad menyampaikan bahwa ibadah puasa memiliki keistimewaan diantara ibadah-ibadah lainnya, salah satunya karena ibadah puasa memiliki penekanan yang berbeda daripada ibadah-ibadah lain yang terdapat dalam rukun Islam seperti syahadat, shalat, zakat dan haji. Keempat ibadah tersebut lebih menekankan pada aspek melakukan sesuatu (iktisab), sedangkan puasa lebih kepada aspek menghindari sesuatu (ijtinab). Dalam rumus ibadah, menghindari sesuatu jauh lebih sulit daripada melakukan sesuatu.

Selanjutnya disampaikan oleh penceramah bahwa waktu diturunkannya Al-Qur’an tersebut dinamakan dengan malam “lailatul qadr,” atau yang diartikan dengan malam yang penuh kemuliaan, atau malam yang sempit dikarenakan begitu banyaknya Malaikat yang turun ke bumi pada saat itu. Lailatul Qadr tersebut akan datang sekali pada setiap bulan Ramadhan kepada orang yang mempersiapkan jiwanya untuk menyambut Lailatul Qadr jauh sebelum kedatangannya. Bagi mereka yang mendapatkan Lailatul Qadr, maka akan hadir dalam dirinya kedamaian, ketenangan dan ketenteraman (as-salaam), sehingga kedamaian yang dirasakan olehnya akan mendorongnya untuk pula melakukan kedamaian bagi masyarakat, bangsa dan negaranya.

Peringatan Nuzulul Qur’an di KBRI Islamabad ditutup dengan Do’a dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah, shalat Isya dan tarawih berjamaah. (Dokumentasi foto acara Peringatan Nuzulul Qur’an terlampir).

Pada bulan Ramadhan ini KBRI Islamabad mengadakan serangkaian kegiatan antara lain: buka puasa/Ta’jil setiap hari yang dipersiapkan oleh Panitia Ramadhan KBRI Islamabad. Dan khusus pada setiap akhir pekan dilaksanakan buka puasa bersama secara bergiliran yang diawali pelaksanaannya oleh Duta Besar RI dengan mengundang masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Islamabad yang dilanjutkan setiap minggunya oleh gabungan para home staf.

Bertempat di masjid KBRI Islamabad setiap harinya diadakan ibadah shalat Tarawih berjamaah dan diisi dengan kultum oleh para mahasiswa yang mengambil program Master di International Islamic University Islamabad (IIUI). Materi kultum diambil dari referensi Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Nawawi yang membahas tentang Hadits Rasulullah SAW. Selain itu juga diadakan Tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh para staf KBRI Islamabad dan masyarakat Indonesia serta para mahasiswa.

Pada kesempatan ini dapat kami laporkan bahwa dalam rangka meningkatkan iman dan ketaqwaan serta amal sholeh di bulan suci Ramadhan 1433 H, Dharma Wanita KBRI Islamabad juga berkesempatan mengadakan pengajian Ramadhan yang diisi dengan siraman rohani Islam dengan penceramah oleh Ust. Muladi Mugheni dari KBRI Islamabad dengan tema: “Menggapai berkah di bulan suci Ramadhan”.

Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan KBRI Islamabad rencananya akan menyelenggarakan I’tikaf. Kegiatan pada sepuluh malam terakhir ini akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain kultum, kajian kitab klasik,Tadarus Al-Qur’an dan amal ibadah lainnya. Selanjutnya menyongsong pelaksanaan zakat fitrah, KBRI Islamabad melalui Masjid KBRI telah membentuk Seksi Pengumpulan Zakat, Infak dan Shodaqoh yang juga melibatkan mahasiswa Indonesia untuk disampaikan kepada yang berhak menerimanya (mustahik).







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan