Grup kesenian Reog Ponorogo telah menggemparkan Bulgaria selama lima hari (25-29 Juli 2012). Grup yang berasal dari Sanggar “Kampus Betawi” Jakarta pimpinan Atien Kisam ini telah tampil di Veliko Turnovo Folklore International Festival (25 - 28 Juli 2012) dan di kota Plovdiv (29 Juli 2012).
Festival di kota Veliko Turnovo merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Municipality Veliko Turnovo. Grup kesenian tersebut didukung oleh 10 seniman/seniwati yang terdiri dari pemusik dan penari.
Kesenian Reog baru pertama kalinya ditampilkan di Bulgaria sehingga menarik perhatian penonton karena sangat unik diantara tarian rakyat negara-negara peserta festival lainnya yang berasal dari Rusia, Moldova, Taiwan, Mexico dan Bulgaria.
Selama Festival Grup kesenian Indonesia tersebut tidak hanya melakukan pertunjukkan di pusat kota Veliko Turnovo tetapi juga di kota-kota kecil di sekitar kota Veliko Turnovo.
Pada penutupan Festival tanggal 28 Juli 2012 grup kesenian “Kampus Betawi” menampilkan pertunjukkan Reog dengan rangkaian tari a.l. tarian Klono Sewandono yang menceritakan tentang Raja sakti Prabu Sewandono dengan kekasihnya; Jathilan yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda; serta atraksi “dadak merak” (topeng berbulu merak yang digunakan dalam tarian reog) dan atraksi “makan api”.
Atraksi “dadak merak” dan “makan api” mendapatkan perhatian khusus dari penonton karena keunikannya mengingat tidak semua seniman dapat melakukan kedua atraksi tersebut. Para penari diiringi oleh peralatan musik tradisional sederhana yang terdiri dari gong, rebab, gamelan, gendang, dan angklung. Hadir untuk memberikan dukungan pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI beserta Ibu Lia B. Saptomo.
Sementara pertunjukkan Grup kesenian Reog “Kampus Betawi” di kota Plovdiv terselenggara atas kerjasama KBRI Sofia dengan Municipality kota Plovdiv. Di kota ini grup tampil secara khusus selama sekitar satu jam di kota tua (pusat turis) Plovdiv, tepatnya di depan kantor Walikota Plovdiv pada tanggal 29 Juli 2012.
Pertunjukkan yang dilaksanakan sore menjelang malam tersebut diawali dengan parade grup kesenian reog di sepanjang jalan utama turis di kota tua yang panjangnya sekitar 500 meter. Parade grup reog khususnya “dadak merak” kembali menarik perhatian para penonton disepanjang jalan yang dilalui. Parade berhenti di depan kantor Walikota Plovdiv dan dilanjutkan dengan pertunjukkan di atas panggung yang telah disediakan Pemerintah kota Plovdiv.
Pada kesempatan pertunjukkan kali ini, selain rangkaian tarian Reog, Grup kesenian “Kampus Betawi” pada kesempatan tersebut juga menampilkan tari topeng Betawi dan nyanyian khas Betawi.
Penampilan grup tersebut juga telah menarik perhatian pejalan kaki yang melewati panggung pertunjukkan untuk berhenti sejenak dan mengetahui lebih jauh kesenian yang sedang dipertunjukkan. Hadir menyaksikan pertunjukkan tersebut Wakil Walikota Plovdiv, Stefan Stoyanov, beserta istri, mendampingi Dubes RI beserta Ibu Lia B. Saptomo.
Kota Plovdiv merupakan kota kedua terbesar di Bulgaria setelah Sofia dan salah satu kota tertua di dunia (dibangun oleh Raja Philipus, ayah Alexander the Great). Kota tersebut memiliki banyak peninggalan bersejarah yang terdaftar sebagai warisan dunia seperti antara lain Roman amphitheatre dan Roman stadium sehingga banyak dikunjungi turis mancanegara.
Sementara kota Veliko Turnovo merupakan ibukota lama Bulgaria yang terkenal dengan benteng tuanya yang terletak di atas bukit. Partisipasi grup kesenian Indonesia di kedua kota tersebut telah lebih memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat setempat termasuk para turis mancanegara yang berlibur di kota-kota tersebut.